Ada Apa Di Crimea..? - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Ada Apa Di Crimea..?

Thursday, March 20, 2014



Krisis Ukraina terus mengundang perhatian dunia. Krisis politik terjadi akibat  tarikan “kepentingan” antara Rusia, Amerika, dan Uni Eropa. Amerika dan Uni Eropa mendukung pemerintahan Perdana Menteri interim Arseniy Yatsenyuk yang berhaluan Barat, Sedangkan Presiden Ukraina sebelumnya, Viktor Yanukovych didukung oleh Rusia.
Ketegangan semakin meningkat, karena Crimea, salah satu wilayah otonom di Ukraina, melakukan referendum dan 95,5 Persen Rakyat Crimea memilih bergabung dengan Rusia.
Menurut kantor berita Reuters, dengan mengutip ketua komisi referendum setempat, Mikhail Malyshev, 95,5 persen menyatakan Crimea harus bergabung ke Rusia. Referendum di Crimea hanya ada dua pilihan, membuat wilayah itu jadi lebih otonom atau bergabung ke Rusia.
Tingkat kehadiran referendum sebanyak 83 persen. Ini jumlah yang tinggi setelah sebelumnya muncul klaim dari sebagian penduduk di Crimea akan memboikot referendum.
Bergabungnya Crimea ke Rusia, menimbulkan ketegangan dengan dunia Internasional, dan tentu saja Ukraina.
Amerika Serikat dan Eropa Barat menuduh Rusia mendalangi referendum yang tidak sah dan tidak konstitusional di Crimea, yang dalam dua pekan terakhir ini sudah berada dalam kekuasaan Rusia.
Namun para pemimpin Rusia dan Crimea berdalih persoalan mendasar cuma tentang hak menentukan nasib sendiri.
"Menurut saya (President AS Barack) Obama adalah pria yang cerdas yang paham bahwa tidak mungkin mengabaikan keinginan mayoritas populasi yang hidup di Crimea," kata Perdana Menteri baru Crimea dukungan Moskwa, Sergei Aksyonov, seperti dikutip ABC News.
Menyusul kemudian Indonesia dan Jepang yang tidak mengakui Referendum Crimea. Bahkan Jepang tengah mempersiapkan sanksi untuk Rusia. (AFP)
Crimea sangat strategis karena di Crimea, tempat ditambatkannya Armada Laut Hitam Rusia.  Selain itu, 60 persen warganya keturunan Rusia.
Crimea menjadi sorotan, dan wilayah strategis bagi Rusia dan Eropa, karena konon katanya, di Crimea terdapat pipa gas ke Eropa.
Sekiranya Rumor ini benar, maka krisis Ukraina dan Crimea bukan sekedar krisis politik. Tetapi “tarikan kepentingan ekonomi global”, dalam hal ini mengamankan akses distribusi minyak.


Sumber Foto : www.rancahpost.com