Fenomena Jokowi, Antara Maslahat Dan Mudharat - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Fenomena Jokowi, Antara Maslahat Dan Mudharat

Monday, March 31, 2014



Oleh : Dianti Novita Marwa
 
Fenomena Jokowi tidak terelakkan masyarakat Indonesia saat ini. Bagaikan hujan dimusim kemarau, rakyat bersuka cita menikmati derasnya hujan dan terus tergilas tanpa berpikir efek negatif dan positifnya.
Media cetak, elektronik dan media online seakan tak henti-hentinya memberitakan sosok Jokowi yang kontroversial. Ada pro dan kontra terhadap orang nomor 1 di DKI Jakarta ini.
Belakangan, media sosiaal ikut meramaikan bursa perbincangan hangat tentang Jokowi. Mulai dari facebook (FB), twiter, instragram dan media sosial lainnya. Tak tanggung-tanggung, saling ejek, saling tuding dan sumpah serapa terjadi.
Tiada hari tanpa ejekan, tak ada status FB tanpa sumpah serapah, tak ada kicauan twitter tanpa ejek-ejekan, sampai pada instagram dengan foto-foto saling menyudutkan. Sah-sah saja ada pro dan kontra, tetapi sudah kelewatan jika rakyat harus saling "bantai" hanya karena sudut pandang berbeda demi sebuah pembenaran. Pengguna media sosial tersebut sudah ikut tergilas dengan "dagelan" para elit politik yang dengan mudahnya mengotak-atik persatuan rakyat. Miris melihat fenomena yang seakan tiada akhir.
Pemilihan presiden masih beberapa bulan lagi. "Perang" status dan stetment yang harusnya mampu dijadikan tempat diskusi, malah menjadi tempat para "penyamun-penyamun" intelektual gencar bertindak yang berujung pada perpecahan.
Bagaimana tidak, hanya untuk mempertahankan pendapatnya harus pake sumpah serapah, maki-makian, bahkan membawa nama agama, ras, dan lain sebagainya.
Jokowi yang dipuja-puji pasti memenangkan kursi presiden Indonesia (menurut pendukung Jokowi di FB, Twiteer) mengungkapkan bahwa yang kontra dengan majunya Jokowi sebagai presiden, karena takut jagoan presiden mereka kalah. Ada yang menggunakan landasan suku hingga agama.
Silahkan cek dan ricek dimedia sosial masing-masing. Ributnya rakyat dunia maya berperang karena Jokowi. Masih ada beberapa bulan lagi untuk sama-sama kita menyadari, kenapa hal ini bisa terjadi. Banyak persoalan yang terjadi di republik ini, tetapi fenomena Jokowi menenggelamkan semuanya. Semua bercokol dalam satu kepentingn yang abstrak.
Semua berita dan informasi yang dikonsumsi sudah selayaknya dijadikan bahan diskusi untuk menjadikan rakyat Indonesia cerdas dalam memilih pemimpin kedepan. Bukan malah sebaliknya.
Hingar bingar pesta politik yang akan berlangsung hanya bagian euphoria bangsa yang terdegradasi oleh kekecewaan terhadap pemimpinnya.Tak hayal, menjadikan kita semua egois dan membenarkan sesuatu yang belum tentu benar. Silahkan punya pilihan dengan alasan masing-masing. Tapi tetap ingat, Indonesia itu bhineka tunggal ika. Walau berbeda tetap satu.
Jangan sampai hal ini memprovokasi kita semua untuk masuk dalam dagelan politik yang kerap memakan korban atas nama "rakyat".

 Akankah Jokowi membawa mashlahat bagi bangsa ini, atau sebaliknya membawa mudharat?
 Jika kehadirannya dianggap fenomenal apakah akan membawa kebaikan kedepan??

 Kemashlahatan akan tercapai jika kita cerdas dan bijak dalam memilih.. Kemudharatan akan terjadi jika kita egois dan menjadi bagian orang-orang munafik.
 Pilihan ada ditangan rakyat, untuk kemakmuran rakyat.


Sumber Foto : tandichen.blogspot.com