Kasus Antasari Design Elit Politik? - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Kasus Antasari Design Elit Politik?

Monday, March 17, 2014


Kasus Antasari Azhar “dibuka” lagi setelah keluarnya putusan MK yang membatalkan ketentuan Pasal 268 ayat (3) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana yang isinya "Permintaan Peninjauan Kembali (PK) atas suatu putusan hanya dapat dilakukan satu kali saja" yang diajukan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar.
Artinya, Antasari berhak mengajukan PK atas kasus pidana yang menimpanya. Ia dihukum karena kasus pembunuhan Direktur Utama PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.
Banyak pihak yang bertanya-tanya kenapa Antasari “ngotot” mencari keadilan atas putusan yang menderanya.
Dalam diskusi di Indonesia Lawyer Club yang ditayangkan Tvone  17/03/2014, dengan tema “Tepatkah PK berkali-kali”,  Boyamin Saiman Tim pengacara Antasari mengatakan bahwa Antasari Azhar yakin dirinya bukan pelaku pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.
Mahdir Ismail, Mantan Pengacara Antasari melanjutkan bahwa Ada fakta-fakta baru yang menguatkan bahwa Antasari Azhar bukanlah aktor intelektual dibalik penembakan Nasrudin Zulkarnaen. Yaitu dari diameter peluru (Proyektil diameter 99 mm) tidak sesuai dengan senjata yang digunakan sebagai alat bukti di persidangan (Revolver 38), dan kesaksian Wiliardi Wizard (Terdakwa lain) yang membantah BAP yang ditandatanganinya. Bahkan dalam kesaksiannya, Williardi mengatakan bahwa Antasari Azhar bukanlah aktor dibalik pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.
Saat menjadi ketua KPK, Antasari memang berani membabat oknum-oknum pejabat yang koruptor. Ia pun nekat untuk memenjarakan Aulia Pohan (besan SBY). Antasari juga berani menyeret para jaksa “nakal” seperti jaksa Urip Tri Gunawan yang disuap Artalyta Suryani (Ayin).  Antasari juga  membongkar skandal Bank Century, dan mengancam akan membongkar proyek IT di KPU, dimana dalam tendernya dimenangkan oleh perusahaannya Hartati Murdaya (Bendahara DPP Partai Demokrat).
Apakah Antasari Azhar sang Pahlawan Anti Korupsi dijebak oleh Konspirasi tingkat tinggi?
Apapun itu, kita hanya bisa menunggu hasil Peninjauan Kembali (PK) dari pihak Antasari Azhar. Semoga kebenaran dapat terungkap dan Hukum dapat diteggakan dibumi tercinta ini. Amin.

Pemimpin Redaksi Ipublika

Taufan Putra Revolusi

Sumber Foto : junioramandre.wordpress.com