Kekayaan Migas Dibajak Sindikat Dan Mafia SKK Migas - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Kekayaan Migas Dibajak Sindikat Dan Mafia SKK Migas

Friday, March 21, 2014


Oleh : Youngki Ariwibowo

Sejak UU 22 tahun 2001 tentang Migas, kekuasaan migas nasional praktis jatuh ke tangan sindikat yang bernama BP Migas. Namun pada November 2012 lalu Mahkamah Konstitusi membubarkan BP Migas.
Selanjutnya pemerintah SBY menggantinya dengan lembaga sementara, yang kemudian ditransformasikan menjadi lembaga tetap yakni SKK migas. Melalui Perpres No 9 tahun 2013 SBY membentuk sindikat baru yang bernama Satuan Kerja Khusus Usaha Hulu Migas. Khususnya dimana ?
Kebijakan SBY jelas merupakan penghianatan terhadap Konstitusi. Menyerahkan migas kepada lembaga abal-abal, yang telah terbukti menjadi sarang koruptor. Tertangkapnya Rudi Rubiandini kepala SKK migas oleh Komisi Pemberantasan korupsi jelas membuktikan bahwa SKK migas adalah sarang koruptor. Korupsi Rudi diduga melibatkan seluruh petinggi ESDM.
Dengan kewenangan yang sangat besar, melakukan kontrak hulu dan hilir migas, SKK migas adalah bancakan empuk pengusa. Bayangkan SKK Migas menyebut total transaksi industri hulu minyak dan gas bumi (migas) pada 2013 US$ 57,8 miliar.
"Dana tersebut berasal dari para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang sudah berproduksi," Kata Deputi Pengendalian Keuangan SKK Migas Budi Agustyono melalui keterangan resmi, Rabu, 26 Februari 2014.
Tidak hanya hulu, di bagian hilir SKK migas berwenang melakukan transaksi ratusan triliun. Dalam tahun 2014 ini SKK Migas Tandatangani Enam Kontrak Gas Domestikm Total volume gas adalah 915,22 triliun British thermal unit (TBTU) dengan tambahan penerimaan negara hingga akhir kontrak senilai 2,28 miliar dolar atau Rp25 triliun.
Penghilangan Hak Menguasai Negara dalam sektor migas baik hulu maupun hilir telah menyebabkan kekayaan migas jatuh ke tangan mafia dan sindikat.
BUBARKAN SKK MIGAS !

Penulis Adalah Aktivis Pemuda Peduli Energi