Keterwakilan Perempuan Belum “Dilirik” - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Keterwakilan Perempuan Belum “Dilirik”

Tuesday, April 1, 2014


Kurang seminggu lagi masa kampanye terbuka akan berakhir. Tanggal 5 April adalah hari terakhir Kampanye rapat umum terbuka bagi 12 Partai Politik kontestan Pemilu. Setelah itu, tanggal 6-8 April memasuki “masa tenang”, sebelum ke hari puncak. Hari yang menentukan nasib bangsa 5 tahun kedepan, yaitu 9 April 2014.
Belum juga selesai Pemilihan Umum untuk memilih wakil rakyat, nama-nama kandidat Presiden lebih dulu menyita perhatian. Namun, dari sejumlah nama Capres yang mencuat, belum ada keterwakilan perempuan.
Belum ada satu pun Partai politik peserta Pemilu  yang mendorong capres ataupun cawapres dari keterwakilan perempuan. Padahal jumlah DPT di Pemilu 2014, pemilih perempuan dan laki-laki tidak berbeda jauh. Perbedaannya Hanya 1% saja. Artinya suara perempuan merupakan suara potensial yang tak boleh diindahkan.
Dinamika politik semakin bergairah. Beberapa nama difavoritkan merebut RI-1. Sebut saja Prabowo dan Jokowi yang telah mendeklarasikan diri sebagai Capres. Kenyataannya, kedua Calon Presiden ini, belum menunjukkan tanda-tanda akan berpasangan dengan tokoh perempuan.
Fahman Habibi, Sekjend DPP IMM mengatakan, Apapun hasil Pemilu 2014 nanti, Perempuan harus diakomodir. Kalaupun bukan di posisi Presiden ataupun Wapres, keterwakilan perempuan harus dilibatkan dalam kabinet nanti.
“Saya berharap, siapapun yang terpilih di Pilpres 2014, keterwakilan perempuan harus diberikan porsi dipemerintahan. Keterwakilan Perempuan harus mengisi Minimal 30 % Komposisi di Kabinet”. Tegas Fahman.
Fahman melanjutkan, prinsip the right man in the right place juga harus diperhatikan agar pemerintahan berjalan maksimal.
“Siapapun keterwakilan perempuan di pemerintahan nanti, harus ditempatkan sesuai dengan keahliannya. Sehingga pemerintahan tidak timpang” Lanjut Fahman.
Kaum perempuan sering dianggap lemah. Stigma ini membuat perempuan sekedar dijadikan objek politik saja. Bukan subjek. Padahal jumlah pemilih perempuan di Pemilu 2014 mencapai 49,92 %. Jumlah yang potensial, sangat menentukan nasib Bangsa kedepan.

Sumber Foto : www.kalynamitra.or.id