Korupsi Meregenerasi - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Korupsi Meregenerasi

Friday, March 21, 2014


Dedi H. Rahim

Di Indonesia, Korupsi bukan lagi  ‘barang’ langka. Pasca Pemilu 2009, Indonesia harus pasrah ditempa berbagai Kasus Korupsi.
Jika dizaman orde baru Korupsi kebanyakan dilakukan oleh kaum ‘tua’, maka dizaman reformasi, Korupsi dilakukan oleh para kaum ‘muda’.
Ironis memang. Kaum muda yang dikenal dengan idealismenya, dipaksa menerima ‘stigma’ negatif (yang muda yang korupsi).
Korupsi di zaman Reformasi  merambah pada ‘kaum’ muda. Sebutlah Tokoh-tokoh Muda Potensial, seperti Nazarudin, Angelina Sondakh, Gayus Tambunan, dan Anas Urbaningrum yang baru-baru ini tersandung kasus korupsi, menghiasi media massa Nasional.
“Koruptor-koruptor yang dulunya kaum ‘tua’, sekarang  meregenerasi ke kaum muda”. Kata Dedi H. Rahim, Direktur Pendidikan Dan Pelayanan Masyarakat KPK, dalam pidatonya di acara  Pembukaan Outing Pertamina bersama OKP di Balai Kartini Jakarta, 12/03/2014.
“Ada 80.000 laporan pengaduan. Sehingga harus diupayakan proses hukumnya. Sementara penyidik KPK hanya 62 orang. Kita Ingin kaum muda ikut berpartisipasi untuk memberantas korupsi” lanjut Dedi.
Dedi mengingatkan, bahwa Indonesia akan beradab, jika kaum muda jujur. Gerakan kaum muda melawan korupsi telah tercatat dalam tinta emas sejarah perjalanan bangsa. Tahun 1966 -1965 Di Masa Orde Lama, dan 1998-1999 di Masa Orde Baru. Jangan Rusak Sejarah Itu.
Sumber Foto : iPublika