MEMBANGUN IDENTITAS BUDAYA TANGERANG SELATAN - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

MEMBANGUN IDENTITAS BUDAYA TANGERANG SELATAN

Saturday, March 29, 2014



Oleh: Dudung Durahman*
Kota Tangerang Selatan merupakan daerah hasil pemekaran Kabupaten Tangerang yang diyakini akan menjadi primadona baru di Banten. Sebagian besar masyarakat Kota Tangerang Selatan percaya wilayah ini jika dikelola dengan optimal dan profesional maka Kota tangerang Selatan akan menjadi daerah yang sangat favorit bagi investor.
Sebagai kota yang baru berdiri, Kota Tangerang Selatan harus mampu membangun identitas diri. Identitas sebuah kota tidak serta merta dapat dilakukan hanya dengan satu sampai lima tahun. Perlu adanya kajian strategis guna mendukung pemenuhan kapasitas budaya dan potensi yang dimiliki. Paling tidak potensi budaya yang telah ada dapat dirawat dan dilestarikan sebagai warisan budaya sebagai identitas agar tidak hilang.
Meskipun Kota Tangerang Selatan baru berdiri, tapi potensi yang dimiliki Kota Tangerang Selatan sebagai pelopor bagi kemajuan budaya daerah tidak dapat disampingkan karena semua aspek yang ada sudah nampak. Tinggal bagaimana pemerintah mau membangkitkan budaya yang sudah ada menjadi bagian dari identitas Kota Tangerang Selatan.
Bila kita lihat Kota Tangerang Selatan hampir sudah dimiliki semua, baik yang bersifat tradisional maupun kontemporer. Untuk yang tradisional misalnya Lenong Betawi, Tari Gambang Kromong, Palang Pintu, dan Onde-onde. Bahkan untuk Lenong Betawi, sudah dipentaskan hingga keliling Eropa dan Amerika.
Begitu juga  untuk potensi pariwisata. Yang paling mengagumkan tentu saja potensi wisata kuliner. Sudah menjadi buah bibir, bahkan hingga ke daerah lain, kalau Kota Tangerang Selatan kaya dengan restoran dan rumah makan yang sangat beragam. Jenis menu yang ditawarkan pun bermacam-macam mulai menu dengan cita rasa Nusantara hingga mancanegara.
Masih terkait lokasi wisata, Kota Tangerang Selatan juga banyak memiliki kawasan wisata baik alam, wisata buatan, wisata sejarah, hingga wisata religi. Yang sering dikenal misalnya lokasi wisata Tanah Tinggal di Ciputat yang menawarkan keasrian pemandangan alam. Kemudian wisata kolam renang buatan yang terbesar di Asia Tenggara yang terdapat di kawasan Serpong. Selain itu ada juga wisata ziarah di Kramat Tajug yang tidak hanya dikunjungi oleh masyarakat Banten, tapi juga pelosok lain di Indonesia.
Kemudian beberapa yang sudah sangat dikenal misalnya batik khas Kota Tangerang Selatan. Untuk produk ini bahkan sudah dikenal hingga ke mancanegara. Selain itu, ada juga dodol khas Cilenggang yang ketenarannya menyamai dodol Betawi.
Produk lainnya yang tak kalah khas adalah tahu asal Serpong. Sesuai dengan namanya, produk tahu ini banyak dijumpai di wilayah Serpong. Kelebihan dari tahu yang sudah diproduksi sejak sebelum tahun 1940 ini adalah memiliki rasa yang khas, dan bentuknya agak bulat. Selain itu, warna kuningnya pun terlihat lebih segar karena menggunakan pewarna kunyit. Istimewanya, tahu Serpong juga bisa dimakan mentah atau digoreng tanpa minyak karena tanpa menggunakan bahan pengawet.
Beragam budaya yang tercipta harus mendapat respon positif dari pemerintah Kota Tangerang Selatan. Cara yang terbaik untuk membangun identitas bidaya adalah pemerintah melalui dinas pariwisata harus melakukan maintenance melalui: Pertama, acara festival seni budaya dan wisata kuliner setiap tahun yang diharapkan menjadi momentum untuk mempromosikan Kota Tangerang Selatan lewat seni dan budayanya. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk mengenal Kota Tangerang Selatan. Tidak hanya itu,  keberagaman seni budaya yang multietnis perlu dijaga dan dilestarikan sebagai benteng memperkokoh budaya asli dari pengaruh budaya yang datang dari luar.
Kedua, dengan membangun kawasan terpadu untuk melestarikan budaya Kota Tangerang Selatan yang berisi kumpulan potensi budaya yang telah ada dan potensi yang bisa diperbaharui bagi perkembangan pariwisata di Kota Tangerang Selatan misalnya membangun Taman Mini Kota Tangerang Selatan.
Ketiga, dengan mengadakan pendataan bagi semua budaya yang telah dilakukan warga Kota Tangerang Selatan. Misalnya dengan memberikan penghargaan bagi sosok yang telah berjasa melestarikan budaya agar tidak hilang ditelan zaman. Dengan cara ini otomatis pemerintah Kota Tangerang Selatan telah mampu membangun identitas dan khas yang ada di Kota Tangerang Selatan.
Dalam mencari identitas diri dalam mempertimbangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Pemerintah Kota Tangerang Selatan perlu memiliki konsep matang bukan jangka pendek, sehingga memiliki masterpiece kedepan arah dari Kota Tangerang Selatan. Kota Tangerang Selatan harus memiliki ciri khas dan mau seperti apa nanti kedepan.
Memang, untuk menjadikan Kota Tangerang Selatan yang masyarakat dambakan masih dibutuhkan waktu yang tidak pendek. Namun itu perlu dukungan dari eksekutif, legislatif, para elit dan tidak lupa kesiapan masyarakat dalam menyongsong daerahnya yang akan terus berubah dan berbenah.Semoga.
Penulis adalah Ketua Pemuda Pecinta Lingkugan Tangerang Selatan