MENUJU PEMILU BERINTEGRITAS - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

MENUJU PEMILU BERINTEGRITAS

Monday, March 24, 2014


Oleh: Abdul. K. Tulusang
“Tolak Politik Uang, Menuju Pemilu Bersih 2014 ”
Penyelenggaraan pemilu legislatif dan presiden 2014 sudah tinggal menhitung hari. Sebentar lagi, rakyat kembali akan diminta menggunakan hak pilihnya untuk memilih wakil dan pemimpinnya dalam pemerintahan. Momentum pemilu menempati posisi yang sangat penting dalam konteks demokrasi. Ia bukanlah sekedar “pesta” atau ajang kontestasi ritual 5 tahunan.
Lebih dari itu, pemilu adalah momentum rakyat menentukan nasibnya 5 tahun ke depan. Idealnya, pemilu melahirkan wakil dan pemimpin rakyat yang bersih dan berkomitmen kuat membangun negara menjadi lebih baik dengan rakyat yang juga sejahtera.
Wakil dan pemimpin yang baik tentu lahir dari proses pemilihan yang juga baik. Maka, penting untuk kita mengamankan pemilu dari hal-hal yang mengancam integritas pemilu, seperti politik uang. Politik uang hingga saat ini masih menjadi salah satu skandal yang paling merusak dan mengancam. Bahkan, ancamannya tidak hanya berhenti pada persoalan pemilu bersih tetapi penyelenggaraan negara yang bersih.
Politik uang sebagai bagian dari korupsi pemilu bisa menjadi cikal bakal dari korupsi yang lebih besar, yaitu korupsi politk. Melihat ancaman dan dampak dari politik uang, rakyat sangat berkepentingan dalam mengawal proses pemilu. Pemilu yang bersih adalah awal dari pemerintahan yang bersih.
Sebaliknya, pemilu yang dipenuhi dengan bentuk-bentuk korupsi pemilu, rawan melahirkan pemerintahan yang korup. Realitas diatas pemilu dan pilkada di Indonesia menunjukkan beragam modus politik uang. Diantaranya adalah pembagian uang tunai, sembako, kerudung, sajadah, helm, bibit tanaman, dan door price; sumbangan tempat ibadah dan jalan; insentif kepada kepala desa, tokoh masyarakat, dan pemuka agama; mentraktir makan pemilih secara massal, pengobatan gratis; dan lainnya.

Dalam pemilu 2014 mendatang, modus-modus ini dikhawatirkan masih akan terjadi dan ada modus-modus baru. Maka dari itu, dengan melihat kenyataan tersebut penting untuk mengajak masyarakat sekalian memandang penting mendorong pemilu 2014 yang bersih dan berintegritas dengan memantau pemilu. Pemantauan yang efektif hanya dapat dilakukan oleh masyarakat yang bersinergi dan berkomitmen untuk mewujudkan pemilu bersih.