Sumber Daya Air Tak Lagi Untuk Rakyat - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Sumber Daya Air Tak Lagi Untuk Rakyat

Friday, March 14, 2014

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin baru-baru ini mengeluarkan pernyataan yang “menghebohkan” media massa saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih Muhammadiyah ke 28 di Palembang, Jumat (28/2).
Din Syamsuddin mengatakan bahwa baginya Air Mineral itu haram. Din Syamsudin bahkan mendesak pemerintah segera mencabut izin perusahaan air kemasan, air harusnya dikuasai dan dikelolah oleh negara. Tidak boleh diprivatisasi.
Dikatakan, saat ini pihaknya tengah berjuang dalam menggugat Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Menurut Din, UU tersebut membuka peluang privatisasi dan komersialisasi air. Apalagi pengelolaan air tersebut dilakukan oleh perusahaan swasta asing.
"Air kemasan tidak boleh diserahkan ke swasta apalagi swasta asing. Air itu seharusnya dikuasai negara," ungkap Din.
jika air terus dikelola swasta untuk bisnis air kemasan, maka bukan tidak mungkin akan memberi dampak buruk bagi kehidupan manusia, seperti di bidang pertanian.
Pernyataan Din Syamsudin ditanggapi beragam oleh masyarakat.
“Air yang kita minum saat ini, bukan hanya berasal dari air yang kita masak kemudian kita konsumsi, tetapi sudah menjadi bisnis.  Distribusi produk salah Group Danone berhasil menjangkau seluruh pulau di Indonesia dengan memperkerjakan ribuan pekerja diseluruh Indonesia. Investasi ini jelas menguntungkan bagi Indonesia, karena pajak yang harus dibayarkan, menyerap pekerja yang besar. Fatwa Haram harus dipertimbangkan lagi”. begitu isi tulisan pemilik akun dengan nama Iswanto Junior dalam situs Kompasiana.
Berbeda dengan Iswanto, Ketua DPP IMM, Edi Setiawan mendukung pernyataan Din Syamsudin. Menurutnya, masyarakat hanya kurang memahami saja maksud dari pak Din. Baginya, Air Mineral haram ditinjau dari sebab nya. Bukan zatnya. Ini yang dimaksud pak Din. 
“Hukum haram  untuk air mineral, masuk pada kategori haram ligairihi. Haram karena suatu sebab yang tidak berhubungan dengan dzatnya. Kita tau bersama Sumber Air Mineral dari korporasi asing yang mengeksploitasi Sumber Daya Alam, profit oriented dan banyak diantaranya yang meninggalkan kerusakan di Alam Indonesia .” kata Edi.
“Privatisasi air, memperkuat Kapitalisme di Indonesia. Sumber Daya Alam digerus untuk kepentingan korporasi. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun sedikit yang dapat dinikmati rakyat ” Lanjutnya.
Sangat Ironis saat Sumber Daya Air di komersialisasikan untuk kepentingan ekonomi asing, sementara rakyat Indonesia masih banyak yang belum menikmati air bersih. Bahkan rakyat di pinggiran sungai Ciliwung, masih menggunakan air sungai ciliwung untuk kebutuhan sehari-hari.

Edi berharap, Muhammadiyah termasuk ortom didalamnya tetap konsisten mengusung visi islam berkemajuan, peka terhadap masalah kebangsaan.