Uang Panas SKK Migas Seret ESDM Dan DPR - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Uang Panas SKK Migas Seret ESDM Dan DPR

Saturday, March 22, 2014
Menteri ESDM Jero Wacik (tengah) bersama Wamen ESDM Susilo Siswoutomo (kiri) dan mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini

Heboh “Uang Panas” Migas, Tidak Berhenti di Rudi Rubiandini. Kepala SKK Migas  yang menerima suap dari Komisaris Kernel Oil Pte Ltd Simon Gunawan Tanjaya. Sejumlah Pejabat di ESDM dan Wakil Rakyat di DPR disebut-sebut terlibat menikmati “Uang Panas Migas”.
Hasil pengembangan penyidikan,  Menetapkan  Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno  sebagai tersangka.
Dari beberapa penggeledahan yang dilakukan terkait penangkapan Rudi dan Simon, KPK menemukan sejumlah uang dalam bentuk mata uang asing, di antaranya dollar Amerika Serikat (AS). Uang 200.000 dollar AS ditemukan saat KPK menggeledah ruang kerja Waryono. Waryono diyakini bukan satu-satunya pejabat Kementerian ESDM yang terseret dalam kasus ini.
”Saya kira ini bagian dari pengembangan. Tentu bisa ke dua arah. Apakah ada penerimaan- penerimaan lain. Kedua, apakah ada pemberi-pemberi lain. Atau, apakah ada kaitannya dengan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan tersangka WK (Waryono Karno),” kata Johan di Jakarta 12/03/2014, dikutip dari Kompas.com.
Waryono ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melanggar Pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Pasal 12B mengatur soal gratifikasi yang diberikan kepada penyelenggara negara berkaitan dengan jabatannya.
Sementara itu, Wakil Rakyat di DPR, diyakini terseret arus aliran “Uang Panas Migas”. Rudi Rubiandini pernah mengatakan, Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pernah meminta uang tunjangan hari raya (THR) kepadanya. Rudi pun mengakui memenuhi permintaan tersebut.
"Muncul permintaan THR DPR dari Komisi VII. Di sisi lain, ada tawaran beberapa orang bersedia memberi bantuan 200.000 dollar AS," kata Rudi ketika bersaksi dalam kasus dugaan suap SKK Migas dengan terdakwa Simon Gunawan Tanjaya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (28/11/2013).
Rudi menerima uang 200.000 dollar AS dari Deviardi, pelatih golfnya, dan digunakan untuk THR yang diminta Komisi VII. Menurut Rudi, uang itu diserahkanya melalui anggota DPR, Tri Yulianto.
"Waktu itu Tri Yulianto anggota DPR. Mereka mewakili Komisi VII," kata Rudi.
"Untuk menutupi permintaan THR itu, saya simpan, enggak pernah saya pergunakan untuk kebutuhan pribadi," terang Rudi.
Dalam kasus ini, Simon didakwa bersama-sama Widodo Ratanachaitong memberi atau menjanjikan sesuatu berupa uang 200.000 dollar Singapura dan 900.000 dollar AS kepada penyelenggara negara, yaitu Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini melalui Deviardi alias Ardi. Pemberian uang tersebut dilakukan agar Rudi Rubiandini menggunakan jabatannya untuk melakukan perbuatan terkait pelaksanaan lelang terbatas minyak mentah dan Kondensat Bagian Negara di SKK Migas.
Dari Kasus SKK Migas, terlihat bahwa Pengusaha, Birokrat dan Politisi, berkolusi dan memperkaya diri dari hasil Migas yang seharusnya untuk rakyat Indonesia.

Sumber Foto : www.sayangi.com