"BAB Jokowi Tamat" - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

"BAB Jokowi Tamat"

Thursday, April 3, 2014

Digadang-gadang sebagai kandidat RI-1, Jokowi Cs sumringah. Bagaikan Klub sepakbola, PDI-P serasa telah memenangkan gelar juara. Karena elektabilitas Gubernur DKI ini tertinggi hampir di seluruh lembaga survei. Sayangnya, belakangan  mendadak merosot.
Langkah Megawati memberikan mandat kepada Jokowi untuk  maju sebagai Presiden RI, dinilai mampu mengangkat elektabilitas partai di mata publik. Jokowi efek mampu membawa suara “Partai Merah” menjadi pemenang PEMILU. Dan mudah memenangkan kursi presiden. Begitu kata para politisi 'pro-Jokowi'.
Bermodal hasil survey, Jokowi seakan-akan tak ada tandingannya lagi. PEMILU nanti hanya sebatas formalitas, memenuhi syarat demokrasi prosedural. Begitu optimisme pendukung “kotak-kotak”.
Namun kini aroma positif Jokowi tak trending lagi. blusukan Joko semakin minim simpati, adanya  ‘serangan’ bertubi-tubi yang menghampiri.
Kicauan Twitter, komentar FB dan instagram yang bernada sinis semakin mudah ditemui. Janji Jokowi memimpin Jakarta selama lima tahun, ditagih warga Jakarta. Sindiran Capres Boneka, Capres tanpa prestasi, dan politisi kutu loncat, disematkan pada Gubernur DKI yang belum dua tahun menjabat. Terbaru adalah munculnya iklan anonim berjudul ‘Kutagih Janjimu’ di beberapa televisi swasta.
Namun, politisi pro-Jokowi mengangap semakin bekas walikota Solo ini disorot, maka semakin menguntungkan. Padahal sebaliknya, trend positif Jokowi sedang turun ke jurang curam, ini kegagalan skenario politik Jokowi Cs.
Melirik Survei Indonesia Network Elections Survey (INES), Jokowi terlempar di posisi ke tiga (9,4 %), Kedua, Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Perjuangan Megawati Soekarnoputri (18,7 persen) dan pertama Prabowo yang acapkali menyerangnya menoreh elektabilitas tertinggi, 35,2 persen.
Survey Indonesia Network Election Survey (INES) dilakukan pada 14-21 Maret 2014 terhadap 6.588 responden di seluruh Indonesia. Responden merupakan warga negara Indonesia yang telah mempunyai hak pilih. Metode survei yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error +/- 1,21 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Terlepas dari urutan survey, karena elektabilitias tertinggi masih juga ditempati kekuatan politik klasik, yang patut digaris bawahi adalah catatan Direktur Eksekutif INES Irwan Suhanto yang menyatakan pamor Jokowi menurun karena masyarakat menggangap bahwa Jokowi belum punya kapasitas untuk menjadi pemimpin, dan tidak punya komitmen dalam memegang amanah rakyat.
Sangat logis, mengingat Jokowi belum menunjukkan prestasi, dan visi kebangsaan yang belum terlihat.
Belum lagi bicara integritas. Ini yang belum dimiliki Joko widodo. Menurut KBBI, definisi Integritas berati : mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan kewibawaan; kejujuran.
Merujuk pada seorang penulis buku terkenal dari California Amerika Serikat Paul J. Meyer, ia mendefinisikan “integritas itu sebagai sesuatu yang nyata dan terjangkau, mencakup sifat seperti: bertanggung jawab, jujur, menepati kata-kata, dan setia”.
Seseorang yang punya integritas itu haruslah punya komitmen, bertanggung jawab, jujur dan menepati kata-kata. Orang yang mempunyai integritas, haruslah sesuai antara kata dan perbuatan. Mungkin integritas ini yang belum ada pada sosok Joko Widodo.
Dalam jumpa pers di kediaman Megawati Soekarnoputri, Kebagusan, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2012) silam, Jokowi menyatakan dirinya berkomitmen memimpin DKI Jakarta selama lima tahun. Ia menjamin tidak akan menjadi "kutu loncat" dengan mengundurkan diri sebelum masa jabatannya usai. Komitmen yang sekaligus menegaskan bahwa dirinya tidak akan maju dalam pencalonan presiden pada Pemilihan Umum 2014.
Ditambah masalah mobil Nasional ESEMKA yang selalu dikampanyekan Jokowi sewaktu mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI, hingga mencuri perhatian media massa. Namun, kini tidak jelas nasibnnya. Janji mengembangkan mobil ESEMKA, berhenti sampai di janji.
Janji hanya sekedar Janji, Layaknya ‘Politisi kebanyakan’.
Mungkin hasil survey INES ada benarnya. Jika begitu, sepertinya ini alamat “Bab Jokowi Tamat”.

iPublikers : Putra Revolusi

Sumber Foto : id.berita.yahoo.com