Delapan Parpol Nasional Langgar Iklan Kampanye - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Delapan Parpol Nasional Langgar Iklan Kampanye

Friday, April 4, 2014







JAKARTA - Delapan Partai politik nasional peserta Pemilu dinyatakan melanggar ketentuan pemasangan iklan kampanye pada rentang waktu 24-30 Maret 2014.
Pelanggaran parpol dalam hal pemasangan iklan kampanye, diumumkan Gugus Tugas Pengawasan Pemberitaan Penyiaran Kampanye. Gugus Tugas merupakan gabungan empat lembaga negara yaitu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, dan Komisi Informasi Pusat (KIP).
Ketua KPI Judha Riksawan mengatakan, dari hasil pemantauan dan pengawasan lembaganya, delapan Parpol telah memasang/menayangkan iklan melebihi dari ketentuan yang berlaku yaitu 10 spot setiap hari dengan durasi 30 detik per spot.
Delapan Parpol tersebut adalah Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Gerindra, dan Partai NasDem. “Iklan mereka tayang di 11 televisi jaringan nasional, yakni ANTV, MNC TV, Global TV, RCTI, Metro TV, Trans TV, TV One, Indosiar, TVRI, Trans7, dan SCTV,” kata Judhariksawan, saat konferensi pers di gedung Bawaslu RI, Jakarta, Jumat (4/4).
Yuda, menyatakan sudah memberikan sanksi berupa teguran kepada 11 lembaga penyiaran tersebut. Sebab, untuk pelanggaran administratif seperti ini hanya sanksi teguran yang bisa dikenakan.
Yuda menilai, lembaga penyiaran tidak memiliki kepedulian terhadap proses penyelenggaraan pemilu yang adil, dalam arti memberikan kesempatan yang sama ke seluruh Parpol untuk beriklan. Yuda mengatakan bahwa KPI saat ini sedang menyusun rekomendasi kepada Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) untuk mencabut izin penyiaran. Karena banyak lembaga penyiaran yang tidak lagi mematuhi undang-undang.
“kami melihat lembaga-lembaga penyiaran tidak mematuhi Undang-Undang. Padahal mereka adalah pihak yang kita beri amanat untuk menggunakan frekuensi siaran,” ucap Yuda.
Menurut Yuda, pelanggaran yang paling ‘menarik’ dilakukan oleh Gerindra. Pada 29 Maret 2014, Partai Gerindra bahkan memasang iklan yang melebihi spot yang diizinkan hampir di semua stasiun televisi. Total kelebihan penanyangan iklan Partai Gerindra mencapai 41 kali dengan total 131 kali tayang di sembilan stasiun televisi.
"Yang menarik itu pada 29 Maret, Gerindra hampir melebihi batas di  semua stasiun televisi," kata pria yang akrab disapa Yudha itu
Sementara itu, Ketua Bawaslu RI, Muhammad menyatakan sudah melayangkan surat rekomendasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk memberikan teguran yang lebih keras kepada delapan Parpol tersebut. terutama kepada empat Parpol, yaitu Partai Demokrat, Hanura, NasDem, dan Golkar lantaran tidak mengindahkan teguran atas pelanggaran yang sudah dilayangkan sebelumnya (periode 21-23 Maret).
Muhammad menyesalkan masih adanya empat parpol yang mengulangi pelanggaran kampanye, padahal sebelumnya pihaknya telah memberi sanksi.
Lebih dari itu, KPU juga diminta untuk mengumumkan Parpol-parpol yang melakukan pelanggaran agar dapat menjadi referensi bagi publik untuk memilih Parpol
“Kalau perlu, dijelaskan waktu pelanggarannya, bentuk pelanggarannya, kapan saja. Biar masyarakat tahu, mereka (Parpol) belum apa-apa sudah melakukan pelanggaran,” ucap Muhammad
Memasuki masa akhir kampanye terbuka 2014, Partai Politik peserta Pemilu masih banyak melakukan pelanggaran. Baik dalam pemasangan iklan, pemasangan atribut kampanye, melibatkan anak-anak dalam kampanye, dan pelanggaran lain. 


Sumber : kompas, kabar3. Sumber Foto : m.aktual.co