Review Hasil Drawing Semifinal Liga Champions 2013/14: Jodoh Final ! - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Review Hasil Drawing Semifinal Liga Champions 2013/14: Jodoh Final !

Saturday, April 12, 2014
Nyon, SwissGianni Infantino, Sekretaris Jenderal UEFA bersama sang ambasador Luis Figo yang memimpin Drawing semifinal Liga Champions, di Gedung UEFA - Nyon, Swiss petang kemarin WIB menjodohkan klub layaknya pertarungan Final.

Pasalnya, mayoritas peminat sepakbola tidak menduga Bayern Muenchen akan bertemu lebih cepat dengan Real Madrid. Data statistik voting pembaca di situs berita sepakbola, goal.com menunjukkan bahwa prediksi yang mempertemukan kedua klub di semifinal, berada di posisi kedua, yaitu hanya 33,6 voters persen saja. 

Sebagian besar menduga, babak semifinal ini bakal mempertemukan Bayern Muenchen versus Atletico Madrid dan Chelsea vs Real Madrid dengan jumlah suara 45,4 persen. Sementara selebihnya, 21 persen pembaca memperkirakan hasil drawing semifinal mempertemukan klub senegara, yakni Atletico Madrid versus Real Madrid. 

Kenyataan berkata lain, dua raksasa Eropa Bayern dan Madrid ternyata tidak bertemu di Lisbon, tempat final Liga Champions dihelat, karena harus bertarung lebih cepat di semifinal. Bagi Real Madrid melawan Bayern bukanlah hal mudah. Pasalnya klub asuhan Pep itu sedang bersinar belakangan ini. Selain merupakan juara bertahan Liga Champions dan Bundesliga, terakhir baru saja mereka menjuarai Piala Dunia Antarklub. Nyaris semua trophy yang diikuti disampu bersih oleh Bayern.  Suka tidak suka harus Carlo Ancelotti, pelatih Madrid harus menelan hasil undian ini.

Bos Los Blancos mengaku bahwa pertarungan melawan pemegang tahta Bundesliga bakal sulit. Meskipun klub besutannya sudah lolos dari ujian klub-klub asal Jerman, yakni di babak 16 besar dan kuartal final. 
Di babak 16 besar, Madrid berhasil memenangi dua leg sekaligus ketika berhadapan dengan Schalke 04, di perebutan tiket ke perempat final, dengan agregat 9-2. Sementara di kuartal final, meskipun kalah 2-0 di leg kedua melawan Borussia Dortmund, Los Blancos sudah unggul lebih awal di leg pertama dengan skor lebih besar yakni 3-0. Sehingga total agregat memihak Madrid, dengan perbandingan 3-2. 

Ternyata ujian atas klub Jerman belum berakhir, pemeringkat ketiga klasemen sementara La Liga itu kini malah diadu dengan pemegang tahta Jerman. Akankah Ancelotti mampu melewati ujian ini? 

“Jika kita ingin memenangkan Liga Champions , kami harus mengalahkan semua orang termasuk Bayern. Tapi, semifinal melawan Bayern akan sangat sulit,” beber Ancelotti, seperti dilansir Uefa.com.

Belajar dari Liga Champions dua musim lalu, yakni ketika berjumpa di babak yang sama (semifinal)Bayern lolos ke final lewat adu penalti. Keunggulan Madrid 2-1 di leg tak cukup untuk memperoleh tiket ke final,karena laga berakhir dengan agregat imbang 3-3. 

Dibawah asuhan Pep Guardiola, Bayern akan lebih mudah membaca peta. Sebab, bos Die Roten itu sudah sangat familiar dengan pola permainan klub asal Spanyol, yakni saat melatih Barcelona, dan Real Madrid bukanlah lawan yang asing baginya.

Sementara Atletico Madrid versus Chelsea diprediksi bakalmempertonton permainan seimbang. Memang, diketahui  Atletico cukup digdaya di Spanyol, selain berhasil menduduki tahta klasemen sementara La Liga, Atletico juga semakin disegani klub papan atas klasemen La Liga. Runer-up, Barcelona baru saja  dikalahkan di leg penentuan ke semifinal 1-0, setelah di leg awal bermain imbang 1-1. Tak ayal, besutan Diego Simeone ini semakin tiada duanya di Negeri Matador. 

Namun Atletico belum tentu mampu melawan klub asal Inggris.Sekedar catatan, Chelsea punya track record mengkilap setiap melawan klub asal Spanyol. Chelsea belum mengalami kekalahan sama sekali di 15 pertandingan terakhir melawan tim negeri Matador di Liga Champions. The blues mencatatkan sembilan hasil imbang, selebihnya menang. Apalagi, menurut mantan pelatih Chelsea Ray Wilkins, Chelsea punya benteng yang baik.

“Saya yakin mereka punya peluang besar karena mereka sepertinya akan menjadi satu-satunya tim di kompetisi itu yang bisa menjaga clean sheet,” ujar Wilkins seperti dilansir Skysport.

Jika menoleh ke belakang, performa  kedua klub tergolong unik dan sama kuat. Di Super Cup 2012, memang Chelsea kalah 4-1, namun di Liga Champions musim 2009/ 2010 Chelsea sudah lebih dulu menang besar dengan skor telak 4-0, dan kemudian bermain imbang 2-2 di leg dua kandang Atletico. Kendati demikian, Jose Mourinho, harus memikirkan strategi yang lebih mapan untuk keluar dari fenomena sama kuat ini.

Foto: twitter.com