Tahun Politik, Newmont Dan Freeport Semakin Agresif Menjarah Tambang - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Tahun Politik, Newmont Dan Freeport Semakin Agresif Menjarah Tambang

Wednesday, April 2, 2014

Pemilu Legislatif 2014 akan segera berlangsung, namun perampokan kekayaan alam negeri semakin agresif. Perusahaan raksasa Freeport dan Newmont memperoleh momentum terbaiknya pada tahun ini untuk mendominasi pengerukan dan ekspor kekayaan tambang.
Sebelumnya pemerintah SBY memberlakukan UU Minerba, yang isinya adalah pembatasan ekspor melalui persyaratan smelter dan bea keluar. Namun UU tersebut hanya berhasil menyapu bersih semua perusahaan kecil yang dianggap sebagai parsit bagi dua raksasa tambang tersebut. Sementara Freeport perusahaan tambang terbesar di dunia dan Newmont perusahaan tambang terkaya di dunia justru memperoleh momentum peningkatan ekspor.
Selama ini, kedua perusahaan asal AS ini mengamulusi 97 presen produksi tembaga di Indonesia.   Tahun ini penjualan Freeport's copper concentrate dari Grasberg mine meningkat menjadi 2,118,525 tonnes 2014, dibandingkan dengan realised penjualan sebesar 1,919,667 tonnes in 2013. Sementara Newmont Batu Hijau mine meningkat 66 percent menjdi  527,136 tonnes 2014 dibandingkan dengan realisasi 2013 sebesar 316,851 tonnes. (Data tersebut bersumber dari perencanaan kedua perusahaan tersebut dan telah disetujui kementrian ESDM).
Kedua perusahaan tersebut menolak membayar pajak ekspor dengan alasan kontrak karya. Anehnya pemerintahan sekarang membiarkan saja, entah berapa uang yang "disumpal" Newmont dan Freeport ke dalam mulut pemerintah sehingga Rezim Pemerintah SBY berkompromi. Anehnya juga, tidak ada satu statemenpun dari Partai Peserta Pemilu 2014, dari para Capres, tentang penjarahan tambang oleh dua perusahaan raksasa tersebut. Sepanjang kampanye pemilu tidak ada satu partai dan Capres-pun yang sekedar menyebut kata "Newmont dan Freeport" dalam kampanyenya. Sepengecut itukah semua elite partai politik Indonesia..!!!
Oleh : Salamuddin Daeng (Direktur Eksekutif Indonesia For Global Justice)

Sumber Foto : www.indonesiamedia.com