Waspadai “Ironi Masa Tenang” - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Waspadai “Ironi Masa Tenang”

Monday, April 7, 2014

Jakarta – Hari ini  (7/4), memasuki hari kedua ‘Masa Tenang’ PEMILU 2014. Saat dimana calon pemilih diberikan kesempatan menganalisa apa dan siapa Pilihan yang paling tepat , tanpa adanya pengaruh apapun.
Namun yang patut diwaspadai adalah ‘ironi masa tenang’. Masa tenang, bisa menjadi ‘masa yang paling ramai’ bagi partai politik dan calon anggota legislatif untuk meyakinkan pemilih, dengan cara-cara kotor.  Diantaranya, money politik, intimidasi, dan kampanye terselubung.
Sudah menjadi rahasia umum, saat mendekati hari pencoblosan, Calon legislatif giat merayu masyarakat untuk memilihnya, dengan iming-iming uang. Cara premanisme juga masih sering digunakan untuk mengintimidasi pemilih, agar memilih calon tertentu.
Fahman Habibi, Sekjend DPP IMM berharap, masyarakat menjadi pemilih cerdas. Tidak terpengaruh dengan cara politik kotor yang dilakukan oleh politisi tak bermoral.
“Bangsa Indonesia sulit melangkah maju, jika rakyat menentukan pilihan di PEMILU 2014 atas dasar 'uang'. Para wakil rakyat sangat menentukan masa depan bangsa ini. Pemerintahan akan berjalan timpang, jika para wakil rakyat yang terpilih adalah wakil rakyat yang tak bermoral. maka masyarakat harus menjadi pemilih cerdas. ”. Ujar Fahman di Jakarta, Senin (7/4).
Calon Legislatif yang menggunakan strategi money politik untuk memudahkan dirinya terpilih, bermental korup”. Lanjut Fahman
Fahman menambahkan, jika anggota legislatif bermental korup mendominasi parlemen, maka, sulit bagi bangsa indonesia untuk maju.
“Sulit menuju Perubahan, atau menjadi Indonesia Hebat, Indonesia Kuat, ataupun menjadi Macan Asia, jika wakil rakyat bermental korup yang mendominasi parlemen. Karena kebijakan-kebijakan yang nantinya akan dihasilkan, hanya untuk kepentingan dirinya sendiri dan kelompok. Bukan untuk kemaslahatan rakyat indonesia. Contohnya, UU MIGAS hasil  para legislator ‘tukang tidur’ yang hanya menguntungkan para korporasi asing”. Tegas Fahman
Sebelumnya, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bawaslu, di Jl MH Thamrin, Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat (4/4). Ketua Bawaslu, Muhammad menghimbau kepada partai politik agar tak lagi menggunakan kampanye terbuka. Karena masa tenang adalah kesempatan kepada pemilh untuk menentukan pilihannya tanpa ada pengaruh apapun.
 “Memasuki masa tenang dimohon partai politik tidak menggunakan segala bentuk kampanye terbuka. Masa tenang adalah memberi kesempatan kepada calon pemilih untuk menentukan pilihannya tanpa adanya pengaruh apapun," tegas Muhammad.

Sumber Foto : www.simantab.com