Fasilitator Masyarakat untuk Pulau-Pulau Kecil Terluar - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Fasilitator Masyarakat untuk Pulau-Pulau Kecil Terluar

Monday, May 19, 2014
Pembangunan pulau-pulau kecil termasuk pulau kecil terluar, membutuhkan intervensi yang lebih luas dari berbagai pihak. Hal ini disebabkan karena isu dan permasalahan yang ada sangat kompleks dari level makro sampai mikro. Kondisi  ini membutuhkan kerjasama pengelolaan dan fasilitasi yang sifatnya menyeluruh. Berbagai jenis program dan kegiatan pembangunan yang selama ini dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat di pulau-pulau kecil dirasakan belum maksimal karena adanya kesenjangan pengetahuan dan kapasitas masyarakat.  Hal ini berakibat pada pola pemanfaatan berbagai sarana dan prasarana yang telah terbangun tidak berkelanjutan, pendeknya umur ekonomis infrastruktur, lemahnya manajemen kelembagaan kelompok masyarakat dan kemitraan dalam pengelolaan pulau-pulau kecil belum sepenuhnya tercapai.  Oleh karena itu, untuk mengantisipasi program dan memfasilitasi pengelolaan infrastruktur di pulau-pulau kecil terluar, Direktorat Pendayagunaan Pulau-Pulau Kecil, Direktorat Jenderal KP3K, Kementerian Kelautan, menyiapkan dan memberikan pembekalan kepada 21 orang fasilitator lapagan yang akan di tempatkan dan bekerja di Pulau-Pulau Kecil Terluar Berpenduduk (PPKT).

Penyediaan tenaga fasilitator ini dilakukan melalui kerjasama dengan Destructive Fishing Watch (DFW)-Indonesia, yaitu NGO yang sudah 10 tahun terakhir ini concern pada isu dan pembangunan kelautan. Setelah melalui proses rekruitmen dan seleksi, akhirnya terpilih 21 calon fasilitator yang merupakan sarjana kelautan dari berbagai universitas di Indonesia seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Riau, Universitas Padjajaran, Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga dan Akademi Perikanan Sorong. Fasilitator terpilih tersebut kemudian mengikuti pembekalan di Pulau Barrang Lompo, Kota Ujungpandang pada tanggal 13-14 Mei 2014.  Adapun materi pembekalan yang diberikan selama 2 hari pelatihan adalah tentang teknik-teknik PRA, perencanaan, pengorganisasian masyarakat, mengidentifikasi isu, merumuskan agenda aksi dan program, komunikasi yang efektif, teknik penulisan laporan dan menulis kreatif serta materi tentang monitoring dan evaluasi program. Fasilitator dan narasumber dalam kegiatan pembekalan berasal dari DFW-Indonesia yaitu Moh Abdi Suhufan, Andi Nurjaya, Yusran Darmawan, dan AM Hijaz. Materi yang diberikan merupakan hal-hal mendasar yang mesti dimiliki oleh seorang fasilitator masyarakat terutama untuk menjadi bekal ketika diterjunkan ke tengah-tengah masyarakat pulau-pulau kecil. Dalam pembekalan tersebut dikembangkan juga serangkaian simulasi dan permainan peran serta sharing pengalaman antar fasilitator yang sebelumnya sudah bekerja pada program-program pemberdayaan masyarakat.

Melalui kegiatan pembekalan ini, para fasilitator diharapkan akan memiliki kesiapan mental, teknis, metodologi serta strategi dalam melakukan kerja-kerja pendampingan masyarakat. Ke-21 orang fasilitator tersebut kemudian akan di berangkatkan ke 25 Pulau-Pulau Kecil terluar Berpenduduk untuk mulai bekerja bersama pemerintah daerah dan masyarakat guna memfasilitasi perencanaan dan pengelolaan infrastruktur di lokasi pulau masing-masing. Dengan kehadiran dan peran fasilitator tersebut diharapkan maka proses perencanaan, pembentukan dan penguatan kelompok serta asistensi yang dibutuhkan masyarakat dalam pengelolaan infrastruktur pulau-pulau kecil dapat lebih berkualitas. Tim fasilitator ini nantinya secara fokus akan bertugas dalam fasilitasi pengelolaan dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sistim komunal di 25 PPKT yang merupakan program kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Kementerian Energi Sumberdaya Mineral.

Foto : 
Tim Fasilitator Pendampingan Sarana dan Prasaranan Pulau-Pulau Kecil 
Berbasis Masyarakat, Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia 
& Direktorat Pendayagunaan Pulau-pulau Kecil, Ditjen KP3K 
Kementerian Kelautan dan Perikanan