Gagal, Pelatih Jepang Mengundurkan Diri - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Gagal, Pelatih Jepang Mengundurkan Diri

Friday, June 27, 2014
MERASA paling bertanggung jawab atas kegagalan Jepang menembus perempat final, Alberto Zaccheroni, pelatih skuat Samurai Biru resmi mengakhiri karir kepelatihannya kemarin dari timnas jepang. Arsitek juara Asia kni tidak sanggup menanggung malu dikritik media dan pengamat sepakbola.

Jepang tersingkir dari Piala Dunia usai menelan kekalahan 1-4 dari Kolombia pada Selasa lalu. Poin yang dikumpulkan tidak cukup untuk memodali negeri Sakura memperoleh tiket ke 16 besar mwwakili Grup C. Skuad Zaccheroni hanya finish dengan poin satu yang diraih dari laga kontra Yunani 0-0. Sementara pada laga pembuka, Jepang juga tidak cukup digdaya Karena berhasil dibekuk oleh Pantai Gading 2-1.

"Saya merupakan orang yang menentukan taktik-taktik dan bagaimana kami bermain dan saya ingin mengambil tanggung jawab penuh," kata pria Italia itu kepada kantor berita Kyodo.

Media Jepang mengatakan bahwa juara Asia empat kali itu kekurangan pemain-pemain berkelas dunia. Sayangnya, dalam kondisi demikian, Zaccheroni enggan mencoba bakat-bakat dan talenta baru. Zaccheroni juga dikritik habis karena masih memainkan Keisuke Honda dan Shinji Kagawa di laga terakhir, meski kedua pemain tampak kelelahan.

 "Ada beberapa pertanyaan seputar pemilihan dan penggunaan para pemain, taktik-taktik, dan pengaturan permainan Zaccheroni," singgung Kunishige Kamamoto, penasehat Asosiasi Sepak Bola Jepang, kepada tabloid Nikkan Gendai.

"Sudah jelas bahwa metode dan pemilihan pemain Zaccheroni saat ini mungkin dapat meraih kemenangan di Asia, namun kita tidak akan pergi ke mana-mana saat melawan tim-tim papan atas dunia," sambungnya.


Selain Zaccheroni, beberapa pelatih lain yang gagal memberi kemenangan untuk tomnya juga mengundurkan diri. Hingga berita ini diturunkan Ada lima nama lai diantaranya; Cesare Prandell, Sabri Lamouchi (Italia), Luis Fernando Suarez (Honduras), Carlos Queiroz (Iran) dan Safet Susic (Bosnia-Herzegovina).

Foto : http://cdn.blogosfere.it/