Jembatani Akses Permodalan, BPN Jakarta Timur Gandeng BankDKI - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Jembatani Akses Permodalan, BPN Jakarta Timur Gandeng BankDKI

Tuesday, June 24, 2014
Jakarta- Berangkat dari amanat undang-undang 1945, yang menyebutkan bahwa ‘tanah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat’, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Timur bersama Bank DKI mengadakan sosialisasi akses permodalan, Senin (9/6) lalu.

Acara yang diikuti oleh sejumlah pelaku usaha dan perwakilan kelurahan di Jakarta Timur itu turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah BPN DKI Jakarta Djamaluddin, SH, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberdayaan Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta Dra. Fatimah Saleh, M.Si  dan Assistant Vice President Bank DKI  Edy Supriyadi.


Di dalam acara tersebut Kepala Kantor BPN Jakarta Timur Lukman Hakim, SH memaparkan bahwa acara ini dilaksanakan agar masyarakat mendapat informasi secara langsung dari BPN dan pihak perbankan tentang bagaimana cara memanfaatkan aset dalam hal ini sertifikat tanah untuk meningkatkan kesejahteraan.


“Supaya program BPN selama ini, seperti memberi kesempatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk pensertifikatan hak atas tanah gratis lewat PRONA dan UMK, bisa mendapatkan sumber pembiayaan modal usaha,” ujar Lukman.


Dalam rentang tahun 2013, Lukman melaporkan BPN Jakarta Timur telah menyelesaikan 750 bidang sertifikat tanah gratis lewat program PRONA (Proyek Operasi Nasional Agraria) dan 125 bidang tanah UMK (Usaha Mikro dan Kecil). Sementara untuk tahun 2014, Lukman menargetkan akan mensertifikat 1.125 bidang tanah terdiri dari 1.000 bidang PRONA dan 125 bidang UMK. Oleh karenanya, BPN Jaktim terpanggil untuk turut andil menjembatani masyarakat berpendapatan rendah yang sudah dilegalisasi asetnya agar mendapat akses permodalan dari perbankan.


Kepala Kanwil BPN DKI Jakarta, Djamaluddin dalam sambutannya mengapresiasi acara ini. Karena menurutnya, kesejahteraan adalah ujung dari semua program yang digulirkan BPN. Dengan antusias, Djamaluddin secara interaktif melontarkan sejumlah pertanyaan kepada peserta untuk mengecek usaha apa saja yang sudah digarap dan kendala yang dihadapi selama ini.


“Hal ini dilakukan karena BPN tidak main-main dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya membantu masyarakat,” jelas Kepala Kanwil BPN DKI Jakarta dalam forum tersebut.


Sementara Edy Supriyadi, perwakilan dari Bank DKI yang juga bertindak sebagai salah satu narasumber dalam sosialisasi tersebut sepakat dengan rencana yang digagas BPN Jaktim. Dalam kesempatan itu Ia bertekad agar ada realisasi dalam waktu dekat usai kegiatan ini, setidaknya satu bulan. Edy juga menambahkan, selain akan membuka akses permodalan pihaknya juga bisa memberikan layanan konsultasi keuangan dan cara pengembangan usaha.


“Kita tau sendiri bahwa waktu krisis 1998 yang tidak goyah, ya mereka-mereka ini. Dan masih jutaan orang dari kalangan usaha mikro belum terakses modal dari perbankan,” ujar Edy.