Jokowi 'Offside' Lagi - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Jokowi 'Offside' Lagi

Thursday, June 26, 2014
Jakarta- Penggunaan Monas (Monumen Nasional) sebagai tempat kegiatan kampanye Joko Widodo selain mengundang geram pendukung pasangan Capres kubu seberang, juga dikritik salah satu pengamat di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LIPI. 

Capres yang akrab disapa Jokowi itu berkumpul dengan massa dan meneriakkan yel-yel dukungan pada Minggu pagi (22/6) di lapangan Monumen Nasional. Firman Noor Pengamat Politik LIPI menilai kampanye Jokowi di Monas itu jelas melanggar aturan. Karena menurutnya, Monas harus bebas dari segala aktivitas kampanye. Termasuk pemasangan alat peraga atau atribut kampanye.

“Jokowi offside. Berdiri tidak di tempat semestinya,” kata Firman di Jakarta.

"Sulit tidak dikatakan tidak mempromosikan dirinya. Dia kampanye pada momentum di Monas itu," sambungnya.

Oleh karenanya, Bawaslu diminta untuk serius menyikapi laporan ini. Aturan untuk tidak berkampanye di Monas tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 1389/07.17 tanggal 18 Juli 2008 tentang Lokasi-lokasi Larangan Pemasangan Alat Peraga Kampanye. 

Aturan tersebut diperkuat dengan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Nomor 39 Tahun 2013 tentang Ketentuan Lokasi Kampanye dan Pemasangan Alat Peraga Kampanye di DKI Jakarta pada Pemilu 2014.

“Wajar jika ada pihak yang keberatan karena Jokowi melanggar aturan yang telah ditetapkan," ujarnya.

Namun Jokowi mengaku tidak tahu jika dirinya telah melanggar aturan. Sebab penggunaan Monumen Nasional (Monas) sebagai tempat berkampanye bukan atas inisiatif dirinya. Ia mengaku hanya hadir untuk memenuhi undangan dari kelompok relawan pendukungnya.

"Saya enggak tahu, saya kan cuma diundang, yang ngadain relawan Merah Putih," kata Jokowi, dalam perjalanan dari Jambi ke Palembang, Selasa (24/6/2014) malam
Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nelson Simanjuntak mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menelusuri motif pelanggaran kampanye yang dilakukan Capres nomor urut dua ini. 

“Laporan yang kami dapatkan bukanlah kegiatan kampanye, melainkan hanya jalan sehat. Tapi kami harus teliti apakah kegiatan itu kampanye yang dibungkus kegiatan lain,” ujar Nelson di Gedung Bawaslu, Jakarta.

Dugaan pelanggaran tempat kampanye ini bukan kali pertama dilakukan Jokowi. Sebelumnya, Capres nomor urut dua itu juga diprotes lantaran menggunakan Gedung Joeang, Jakarta Pusat dan Rumah Si Pitung Marunda, Jakarta Utara untuk kepentingan pencapresan. (Berbagai sumber)