Hati-Hati, Tim FORMASI lakukan 'Operasi Senyap' Untuk Menangkan Prabowo-Hatta - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Hati-Hati, Tim FORMASI lakukan 'Operasi Senyap' Untuk Menangkan Prabowo-Hatta

Tuesday, June 24, 2014
Jakarta- Setelah  Forum Amanat Indonesia Raya (FORMASI) dideklarasi,  60 Deklarator  melakukan operasi senyap.  Mereka juga terus memperluas jaringan untuk ‘menjual’ delapan program pedesaan ke seluruh Indonesia.

Menurut Fahman Habibi, salah satu deklarator forum tersebut, program pro pedesaan yang menjadi prioritas mereka ‘dijual’ ke masyarakat dalam rangka membangun Indonesia dari  pedesaan. Forum ini akan mengkampanyekan program tersebut ke 76.959 Desa diseluruh Indonesia.

“Untuk mendukung  itu, kami juga  telah melakukan kemah kerja Politik yang dilaksanakan di Pusat pelatihan dan pedesaan swadaya tepatnya di  Desa Pancawati kecamatan caringin kabupaten Bogor,” kata Fahman.

Dalam kemah kerja politik, lanjut Fahman, mereka telah menghadirkan perwakilan dari seluruh Indonesia untuk mengevaluasi kerja politik sejak deklarasi dukungan Formasi kepada Prabowo-Hatta. Diantaranya operasi senyap yang dilakukan dari rumah kerumah, dengan mengkampanyekan program  Prabowo-Hatta terkait alokasi dana APBN minimal 1 milyar perdesa /kelurahan, dan janji politik Undang-Undang Tentang Desa .

“Jika  diberi amanat oleh rakyat, Prabowo akan menyediakan dana sebesar Rp 385 Triliun selama 2015-2019 untuk seluruh desa di Indonesia yang digunakan untuk program pembangunan infrastruktur,” janji mantan Sekjend salah satu organisasi mahasiswa Islam ini.

“Kami juga memiliki target menang di 60 persen desa diseluruh Indonesia,” lanjutnya. 

Berikut delapan program infrastruktur prioritas Prabowo-Hatta untuk sektor Pedesaan:

1. Membangun jalan, jembatan dan Irigasi desa serta infrastruktur  pesisir Pantai
2. Menyediakan listrik dan air bersih bagi desa
3. Membangun koperasi desa, Badan usaha Milik desa (BUMDES), Badan usaha milik Petani(BUMP)  dan lembaga keuangan mikro,
4. Lumbung Desa,
5. Pasar desa
6. Klinik dan rumah sakit desa
7. Pendidikan wirausaha muda desa
8. Membangun sistim informasi dan penguatan perangkat pemerintah desa.

Untuk mendukung delapan Program pembangunan desa itu, FORMASI dalam rilisnya juga sudah mengusulkan lima aksi nyata yaitu;

1. Membangun dan memperkuat Lembaga Keuangan Masyarakat Desa (LKM) dengan menyiapkan dana bergulir Rp 25 juta hingga Rp 1 miliar untuk setiap desa selama lima tahun.
2. Membangun dan memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan menyiapkan modal usaha Rp250 juta hingga Rp1 miliar Dana ini, akan disalurkan secara bertahap, sesuai perkembangan dan kemajuan BUMDES dalam memberdayakan pemerintahan desa.
3. Membangun dan memperkuat Lembaga Sosial Masyarakat Pedesaan, sebagai pelaku utama dalam melaksanakan program pendidikan, kesehatan, sosial budaya, dan keagamaan serta pembangunan pemukiman dan rumah sehat desa.
4. Membangun dan memberdayakan kelompok usaha ekonomi masyarakat dalam pemberdayaanusaha mikro, kecil menengah serta usaha-usaha pertanian ,peternakan,perikanan perkebunan rakyat dan nelayan.
5. Mendorong dunia usaha dalam mengoptimalkan Tanggung jawab social dan Lingkungan dalam memberdayakan masyarakat pedesaan dan kerjasama kemitraan dengan masyarakat sesuai tempat usaha tertentu beroperasi.