DPP IMM Sarankan Jokowi "Istigfar" - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

DPP IMM Sarankan Jokowi "Istigfar"

Wednesday, July 23, 2014

Selasa, 22 Juli 2014 pukul 21.30, KPU telah menetapkan hasil Pleno Rekapitulasi suara PILPRES 2014. KPU menetapkan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden No Urut 2, Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.
Berdasarkan penghitungan suara yang dikumpulkan di 33 provinsi, Jokowi-Kalla mendapatkan 53,15% atau 70.633.576 suara. Sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa meraih 46,85% atau 62.262.844 atau unggul 8.370.732 suara dari Prabowo. Jumlah suara sah sebanyak 132.896.438 suara.
Seiring dengan ditetapkannya hasil Pleno KPU, DPP IMM menyarankan Jokowi, sebagai Presiden terpilih agar mengucapkan kalimat Istigfar, memohon ampun kepada Allah SWT.
Ketua Bidang Hikmah dan Advokasi DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Taufan Korompot menilai, kemenangan Jokowi yang sebenarnya bukanlah hari ini. Tapi sejauh mana Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjaga amanah yang telah diberikan rakyat, sehingga membawa perubahan mendasar bagi bangsa Indonesia sampai  di akhir masa periode nanti.  
“Kemenangan sejati Jokowi-JK, bukanlah hari ini. Tapi saat Jokowi-JK mampu mengemban amanah rakyat sampai akhir periode.  kami menyarankan Jokowi agar memohon ampun kepada Allah SWT, dengan mengucapkan Astagfirullah al adzim, dan berdoa agar dapat mengemban amanah rakyat Indonesia. Jokowi Jangan pernah berdoa kepada Tuhan untuk dikurangi beban amanah. tapi berdoalah agar dikuatkan untuk menjalankan amanah rakyat". Kata Taufan, di Menteng Jakarta Pusat.
“Proses Demokrasi prosedural telah dilalui. Rakyat menunggu pemerintahan baru mampu menghilangkan praktek demokrasi transaksional serta mewujudkan demokrasi substansial, yang bermuara pada kesejahteran rakyat, untuk Indonesia berkemajuan”. Tegasnya.
Taufan menambahkan, JKW-JK punya tugas berat kedepan. Yaitu mengembalikan kepercayaan rakyat Indonesia yang telah lama kecewa dengan janji-janji politik kosong, ‘diperalat’ untuk kepentingan elit politik.
Masalah bangsa hari ini sangat kompleks. Kembalikan kepercayaan Rakyat Indonesia, yang telah lama ‘diperalat’ untuk kepentingan elit politik tertentu. Jalankan pemerintahan yang berpihak kepada rakyat, seperti slogan-slogan yang selalu dikampanyekan JKW-JK. Rakyat Indonesia semakin cerdas dan tidak segan-segan ‘mencabut amanah’ yang telah diberikan kepada JKW-JK, jika janji-janji politiknya tidak terealisasi”. pungkasnya.


Sumber Foto : politik.news.viva.co.id