Dimana ESEMKA Dalam Kabinet Jokowi-JK..? - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Dimana ESEMKA Dalam Kabinet Jokowi-JK..?

Monday, September 15, 2014

Oleh : Taufan Putra Revolusi
            (Ketua DPP IMM)


Hanya menunggu waktu, Jokowi akan dilantik sebagai Presiden RI. Ekspektasi besar Rakyat Indonesia kepada mantan Gubernur DKI Jakarta ini untuk membawa Negara Republik Indonesia ke jalur kesejahteraan. Negara yang ‘memiliki segalanya’ untuk lepas landas menuju kemajuan. Harapan itu kembali mencuat. Jokowi menolak mobil dinas baru untuk kabinet Jokowi – JK, menurutnya mengganti mobil dinas hanya pemborosan.
Sebuah sikap yang jauh berbeda dari pemimpin-pemimpin sebelumnya, yang gemar menghambur-hamburkan anggaran Negara. Tentu saja rakyat Indonesia berharap Jokowi konsisten dengan sikapnya. Tidak sekedar pencitraan.
Penolakan terhadap mobil dinas bagi kabinet baru, menghemat anggaran. Namun, Rakyat Indonesia berharap, Jokowi tidak berhenti pada pengehematan anggaran. Tapi  lebih inovatif dan kreatif lagi untuk meningkatkan neraca APBN, dengan tujuan lebih besar yaitu kesejahteraan rakyat. Kalau sekedar penghematan anggaran saja, ‘anak kos’ pun sering melakukan itu.
Seiring penolakan Jokowi terhadap pengadaan mobil dinas bagi kabinet baru, muncul harapan masyarakat, kabinet Jokowi akan menggunakan mobil ESEMKA. Benarkah…?
ESEMKA adalah merek mobil hasil rakitan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK). Sejak akhir 2012 mobil yang berawal dari praktikum siswa SMK di Surakarta itu sudah diproduksi massal dan dijual untuk umum. Dukungan Jokowi semasa menjabat sebagai Walikota Surakarta berdampak pada Perkembangan ESEMKA. Bahkan Jokowi menggunakan SUV ESEMKA sebagai kendaraan dinasnya pada saat itu.
Mengembangkan Industri Mobil Nasional, adalah keharusan. Sebelum ESEMKA digunakan sebagai kendaraan dinas Jokowi, Industri Mobil Nasional pernah dijajaki. Namun belum mampu berkembang. Marlip, Maleo, Tawon, dan Timor, adalah Mobnas yang perkembangannya berhenti ditengah jalan. Political will di masa itu belum membuka ruang bagi berkembangnya Industri Mobil Nasional.
Industri Mobil Nasional adalah indikator bahwa Negara Indonesia bukan lah Negara yang dihuni oleh orang-orang terkebalakang. Sumber Daya Manusia di Republik Indonesia (meski belum merata), sebenarnya mampu menyaingi masyarakat di Negara-negara maju. Pengembangan Industri Mobil Nasional adalah bukti dari rasa nasionalisme bangsa Indonesia untuk mencintai produk dalam negeri.
Memang, ESEMKA masih jauh dari kata sempurna, namun dengan “political will” pemerintah Indonesia, dan membangun mentalitas rakyat agar bangga dan cinta terhadap produk nasional, mampu membawa ESEMKA bersaing dengan Industri otomotif bangsa lain. Miris melihat bangsa kita mampu mengembangkan industri mobil nasional, namun yang menghiasi jalan-jalan di Indonesia malah mobil-mobil produksi bangsa yang pernah menjajah kita.
Mendukung Industri Mobil Nasional adalah indikator dari terealisasi nya konsep Trisakti Soekarno yang selalu dijadikan bahan kampanye Jokowi-JK, yaitu Berdikari dalam Ekonomi.
Industri Mobil Nasional tidak sekedar menumbuhkan rasa nasionalisme, memupuk kebanggaan rakyat  Indonesia, ataupun profit oriented. Menurut Dra. Ana Irhandayaningsih, M.Si (Dosen Universitas Diponegoro) Pengembangan Industri Mobil Nasional merupakan salah satu upaya untuk melawan neokolonialisme bidang teknologi transportasi yang sampai saat ini masih dikuasai oleh kekuatan asing.
Menarik untuk ditunggu, politicall will Jokowi-JK dalam hal pengembangan industri mobil nasional. Mampukah Jokowi-JK melawan Serbuan liberalisasi yang menjadi masalah runtuhnya Industri Nasional…?
Atau sebaliknya, Jokowi-JK malah “meng-hibahkan” bangsa ini pada kaum neo-kolonialis, dan mendukung liberalisasi..?
Lihat saja dari mobil dinas “Presiden Jokowi” nanti…

Sumber Foto : www.dakwatuna.com