Ini Tujuan Lain Pilkada Tidak Langsung - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Ini Tujuan Lain Pilkada Tidak Langsung

Tuesday, September 16, 2014
Sejak 2007 kami mendirikan Doekoen Coffee & pada 2009 bersama sejumlah aktivis dari berbagai Ormas membentuk Petisi 28. Tujuan mendirikan Dokoen Coffee & Petisi 28 adalah untuk mendorong kembalinya kita kepada nilai dasar bernegara yg terkandung dalam Pancasila & UUD 1945.

Sejak 2009 juga kami telah mengingatkan Presiden SBY dengan mengirim surat resmi melalui Sekneg agar mengevaluasi sistem negara era reformasi, salah satunya sistem Pilkada langsung, untuk tujuan mengefektifkan jalannya kebijakan pemerintahan.

Jadi, gagasan menghapus Pilkada langsung sudah sejak lama kami sampaikan melalu berbagai forum sejak 2007, tak ada kaitannya dengan pertarungan antara Koalisi Merah Putih versus Koalisi JW-JK.

Jika kami bicara KEPENTINGAN partisan anti Jokowi, maka kami tak mungkin mendukung Pilkada oleh DPRD. Karena menghapus Pilkada langsung itu bagian dari upaya membantu Jokowi menjalankan pemerintahannya, mengintegrasikan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, untuk tujuan menjalankan kebijakan yg berpihak kepada rakyat.

Dengan Pilkada langsung, Kepala Daerah tak perlu tunduk kepada kebijakan Presiden RI, karena baik Presiden maupun Kepala Daerah sama-sama dipilih & mendapatkan legitimasi langsung dari rakyat.

Akibatnya, terjadi benturan legitimasi & tubrukan kepentingan antar Presiden dengan Kepala Daerah. Kebijakan negara berjalan "ngalor ngidul", maju mundur kayak tarian poco poco. Tak ada prioritas & kesinambungan pembangunan.

Kami punya kewajiban moral mengingatkan kita tentang tujuan bernegara, yg sulit diwujudkan jika salah satu rantai masalahnya, yaitu Pilkada langsung tak dipangkas.

Namun demikian, semoga DPR dalam paripurnanya mendukung Pilkada langsung, agar Presiden terpilih JW-JK yg didukung PDIP & Nasdem yg katanya Soekarnois, dapat merasakan langsung area "jalur gaza" politik seperti yg pernah dirasakan oleh SBY.

Penulis: Haris Rusly |Petisi 28