Partai Ngaku-Ngaku - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Partai Ngaku-Ngaku

Wednesday, September 24, 2014

Dalam demokrasi, partai politik memegang peranan penting. Partai dapat menjadi penghubung antara proses-proses pemerintahan dengan warga Negara. Kader-kader partai politik memegang kendali  kepemimpinan nasional.  Regulasi yang disusun ‘senayan’, tak bisa lepas dari intervensi parpol.  Bahkan hukum pun disebut-sebut sebagai produk politik parpol.

Partai politik idealnya mampu mengakomodir Kepentingan  (Political Interest) Masyarakat, menerjemahkan kepentingan tersebut dalam bentuk visi dan kebijakan partai politik, sehingga dapat mempengaruhi kebijakan Negara.

Masyarakat menaruh harapan besar kepada berbagai partai politik yang ada saat ini. Walaupun mayoritas masyarakat seakan skeptis. Skeptisisme terhadap partai politik dapat dipahami. Karena partai politik tidak lagi pada fungsi idealnya. Ideologi parpol berhenti diatas kertas, melengkapi syarat legal-administratif.

Berikut partai politik yang ada di Indonesia :

Partai yang katanya adil, bercita-cita menuju kesejahteraan bangsa, ternyata hanya untuk kesejahteraan pimpinan partai.

Partai yang katanya untuk kaum demokrat, bercita-cita menuju kebebasan dan kesamaan, nyatanya hanya untuk kaum elit. Yang gemar korupsi.

Partai yang katanya untuk Indonesia yang demokratis, dimana semua bisa menjadi pemimpin partai, nyatanya dibatasi dengan garis keturunan.  

Partai yang katanya bagi kaum berkarya, nyatanya tak mampu berkarya, selain karya politik-kekuasaan dan korupsi.

Partai Islam, namun tak islami. Saling sikut untuk menduduki posisi nomor 1. Gemar berebut kekuasaan, Agama dijadikan ‘alat’ kampanye untuk mendulang suara umat.

Begitulah kondisi partai politik di Indonesia. Lebih tepatnya disebut partai ngaku-ngaku. RUU Pilkada, UU MD3 hanya soal mekanisme. dan apapun mekanisme demokrasi yang kita terapkan, tanpa dibarengi dengan revitalisasi fungsi partai politik yang ngaku-ngaku, hasilnya tak kan berubah. 

Sumber Foto : nasional.sindonews.com
Redaksi