Rokhmin Dahuri "Blusukan Bareng" Bupati Mamuju Utara - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Rokhmin Dahuri "Blusukan Bareng" Bupati Mamuju Utara

Tuesday, September 30, 2014

Foto: Rokhmin Dahuri bersama rombongan sedang melintasi jembatan gantung selepas meninjau lahan tambak di Kabupaten Mamuju Utara Sulawesi Barat



|Mamuju Kembangkan Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Baru Berbasis Kelautan

 Mamuju – Bupati Mamuju Utara, Agus Ambojiwa secara profesional meminta Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS untuk menyusun rencana pengembangan kawasan industri perikanan terpadu di wilayah pesisir dan laut Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat.  Dalam siaran pers yang diterima Redaksi Ipublika, Agus Ambojiwa meminta langsung Rokhmin Dahuri untuk pimpin tim ahli kelautan dan perikanan ke Mamuju Utara untuk melakukan observasi lapang dan wawancara dengan sejumlah pejabat terkait, masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan, pengusaha, LSM, dan tokoh masyarakat setempat (minggu 28/09/14).  Hasil survei lapang dan wawancara ini akan menjadi dasar pertimbangan untuk menyusun rencana pembangunan dan bisnis kawasan industri perikanan terpadu tersebut. "Prof. Rokhmin adalah profesional bidang kelautan oleh karena itu kita meminta beliau  untuk membatu pengembangan potensi kelautan dan perikanan di Mamuju Utara" tegas Agus.
Tujuan pembangunan kawasan industri perikanan terpadu ini adalah untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi (rata-rata diatas 7 persen per tahun), berkualitas dan inklusif (banyak menyerap tenaga kerja dan mensejahterkan masyarakat secara berkeadilan), ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable).  Selain itu, kawasan industri perikanan terpadu ini juga dimaksudkan untuk mendukung visi dan program prioritas Presiden – Wapres terpilih, Jokowi –JK, yakni menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang maju, adil-makmur, kuat, dan berdaulat atau Poros Maritim Dunia.  Selain memperkokoh dan mengembangkan Tol Laut (konektivitas dan logistik maritim) berupa revitalisasi dan pembangunan baru armada kapal nasional untuk angkutan barang dan penumpang, pelabuhan, dan industri galangan kapal; menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia juga harus dibarengi dengan pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang wilayah pesisir ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia), pulau-pulau kecil, dan wilayah perbatasan.  Provinsi Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Mamuju Utara adalah salah satu wilayah pesisir dan laut yang terletak di pesisir ALKI-II (Selat Lombok – Selat Makassar).
Kawasan industri perikanan terpadu itu rencananya akan terdiri dari: usaha budidaya tambak udang Vanammei seluas 10.000 ha, usaha budidaya rumput laut seluas 5.000 ha, usaha penangkapan ikan sidat ramah lingkungan dan lestari, hatchery (pembenihan udang), pabrik pakan, pabrik es, cold storage, pabrik pengolahan udang bernilai tambah (breaded shrimps, tempura, dan lainnya), pabrik pengolahan ikan sidat bernilai tambah (kabayaki), industri pengolahan rumput laut, dan industri serta jasa pendukung lainnya.  Pelatihan, pendidikan, dan penyuluhan juga akan diberikan kepada masyarakat, khususnya penduduk Kabupaten Mamuju Utara, guna meningkatkan kapasitas dan etos kerja mereka dalam hal teknik produksi perikanan baik melalui usaha penangkapan dan budidaya perikanan, penangganan dan pengolahan (handling and processing) hasil perikanan, pemasaran, manajamen bisnis, konservasi, dan budaya kerja.  Dari observasi lapang, tim juga menemukan sebuah pelabuhan laut yang masih berfungsi cukup baik, yang dibangun sejak zaman Belanda.  Pelabuhan ini berpotensi menjadi salah satu pelabuhan laut dalam (deep sea port) yang akan dibangun oleh Pemerintahan baru, Jokowi-JK.
Diperkirakan kawasan industri perikanan dan kelautan terpadu ini akan mampu menyediakan lapangan kerja sedikitnya untuk 150.000 orang dengan pendapatan rata-rata sekitar Rp 3 juta – Rp 10 juta per orang per bulan, nilai ekonomi total untuk wilayah ini sekitar Rp 25 trilyun per tahun, dan sejumlah multiplier effects ekonomi.  Program ini akan dimulai pembangunannya pertengahan awal Oktober tahun ini, dan mulai berproduksi di awal tahun depan.  Sumber dana untuk pembangunan kawasan industri dan bisnis kelautan dan perikanan terpadu ini akan berasal dari dana swasta (investor), pemerintah, dan perbankan.  Pelaku usaha akan diutamakan dari masyarakat dan pengusaha setempat dan pengusaha nasional yang memiliki nasionalisme yang tinggi.  Bagi investor asing yang baik, mau mentaati seluruh peraturan dan perundangan NKRI, dan menguntungkan kepentingan nasional, khususnya masyarakat lokal, juga welcome, diterima dengan tangan terbuka.

Foto: Bupati Mamuju Utara Agus Ambojiwa dan Rokhmin Dahuri
menyerahkan bibit kepada petambak di Kabupaten Mamuju Utara Sulawesi Barat