Ini Alasan Kenapa Bos Susi Air Kurang Tepat Jadi Menteri Kelautan Dan Perikanan - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Ini Alasan Kenapa Bos Susi Air Kurang Tepat Jadi Menteri Kelautan Dan Perikanan

Monday, October 27, 2014
Jakarta- Maritim sebagai salah satu sektor yang digadang-gadang Presiden Joko Widodo, sebagai sektor andalannya kini diisi oleh menteri yang jauh dari ekspektasi publik. 

Ada sederet rekam jejak minor Susi Pudjiastuti, bos salah satu maskapai penerbangan, Susi Air yang ditunjuk Jokowi kemarin sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Bukan karena lantaran hanya punya ijazah SMP, tapi ada sejumlah track record lain yang dipandang lebih berbahaya dan mengundang kekhawatiran sejumlah kalangan.
Salah satunya dari Ketua Dewan Pembina Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Riza Damanik. Surat terbuka yang tersebar luas lewat pesan berantai Blackberry mengatasnamakan dirinya itu mengungkap sejumlah hal terkait sosok Susi. Ini bunyinya: 
Bapak Presiden Joko Widodo Yth,
Kami memberi apresiasi atas prinsip kehati-hatian yang Bapak gunakan dalam pemilihan struktur kabinet 2014-2019. Atas dasar "kehati-hatian" kami bermaksud melakukan klarifikasi terhadap salah satu tokoh yang Bapak panggil ke Istana a/n Susi Pudjiastuti, sebagai berikut:
1) kami mendengar ybs tidak melunasi pinjaman "Mina Mandiri" ke Bank Indonesia sebesar Rp 34 miliar;
2) kami mendengar ybs tidak transparan dalam mengelola dana bantuan korban tsunami bagi masyarakat Pangandaran;
3) berdasarkan yang kami baca disejumlah media, bahwa ybs bersuamikan WNA asal Jerman. Tentu, hak setiap manusia menikah dgn siapapun pilihannya. Namun, berlaku lazim, seperti di Kemenlu seorang diplomat yg menikah dg WNA maka gugurlah posisinya sbg diplomat atas dasar prinsip kerahasiaan negara dan kehatian-hatian. Hal serupa kami mhn klarifikasi Bapak, bgm kerahasiaan negara kita dgn keberadaan menteri yang bersuamikan WNA?;
4) terakhir, sdhkah dicek bagaimana ybs membayar upah tenaga kerjanya?
Semoga surat yang sifatnya klarifikasi ini dapat digunakan untuk menghasilkan kabinet bekerja.
Salam, Riza Damanik
Foto: Kaskus