Merakyat, Anto Pasaribu Dijagokan Jadi Bupati Labura - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Merakyat, Anto Pasaribu Dijagokan Jadi Bupati Labura

Tuesday, October 7, 2014
JAKARTA- Anto Pasaribu yang dipandang merakyat menjadi nilai plus tersendiri di mata masyarakat Labura untuk dijagokan sebagai calon bupati.Meski tergolong muda, Anto menunjukan kepawaiannya sebagai salah satu kontestan politik untuk merenggut hati warga.

 Berbeda dengan yang lain, Cabup muda ini lebih menggunakan metode turun langsung ditengah masyarakat untuk mendengarkan keluh kesah, aspirasi dan harapan warga.

Pendekatan ini ia gunakan sebagai dasar analisa dan landasan membuat program-program kerja ketika menjabat sebagai Bupati Labura nantinya. Tentu ini lebih mengena di hati masyarakat, dibanding harus menggunakan lembaga survei atau data-data statistik untuk menyusun sebuah program kerja. Dengan turun langsung, mendengar keluhan dan harapan warga, tentu saja program yang dibuat Anto nantinya lebih terukur, tepat dan efektif. Upaya memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat pun bisa dilihat nanti hasilnya.

Karakter kepemimpinan Anto yang memilih turun langsung di tengah masyarakat ini, telah ia tunjukan sejak dirinya menjadi Anggota DPRD Labura,  Meski tergolong muda, Anto mampu memberikan keteladanan kepada masarakat untuk berada dekat dengan masyarakat dalam upaya memberikan pembaharuan dan melayani apa yang menjadi kebutuhan rakyat. 


Contohnya empat anggota legislatif (DPRD) dari PKB lalu. Mereka selalu disorong dan terkadang didampingi Anto turun ke kampung-kampung, pelosok desa, untuk melihat situasi langsung lingkungan masyarakat dan mendengar keluh kesah mereka. Dengan harapan tiap policy (kebijakan) dan program kerja pemerintah yang dibuat dapat terealisasi tepat sasaran dan permasalahan.

‘Rakyat jangan dijadikan obyek, tetapi harus menjadi subyek,’ kalimat ini kerap disampaikan Anto saat menggelar konsolidasi kader partai di tiap-tiap daerah di Kabupaten Labura. Memandang masyarakat dan konstituen sebagai subyek berarti tidak hanya sekedar pola pendekatan kepada mereka, lebih lagi merubah paradigma Partai-Partai. 


Anto menginginkan kader partainya tidak seperti kader lain. Datang dan mendekati masyarakat saat tahun pemilu saja, setelahnya hilang entah kemana. Kebiasaaan buruk ini sudah sepantasnya ditinggalkan oleh para politisi. Menurut anto rakyat memiliki derajat yang tinggi, keputusan masyarakat tergantung bagaimana penilaian mereka terhadap seorang konstituen atau partai politik. 

“Biarkan masyarakat yang menentukan pilihannya, kerja keras kita dalam memperjuangan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat biarkan masyarakat sendiri yang menilai,” kata Anto.