Tagih Janji Kabinet Trisakti - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Tagih Janji Kabinet Trisakti

Friday, October 24, 2014

Jakarta – Rencana diumumkannnya kabinet Jokowi-JK yang terus tertunda, menimbulkan banyak pertanyaan masyarakat. Walaupun dalam UU presiden dapat mengumumkan kabinet sampai 15 hari setelah dilantik, namun prinsip JK lebih cepat lebih baik, sepertinya layak tuk dipertimbangkan. Lagipula, setelah terpilih, Jokowi berjanji akan mengumumkan nama-nama menteri sehari setelah dilantik.
Hal ini disampaikan oleh Taufan Korompot, Ketua DPP IMM. Menurut Taufan lebih cepat mengumumkan kabinet akan lebih baik. Agar pemerintah bisa segera bekerja untuk rakyat. Namun Yang lebih substansial lagi adalah nama-nama menteri yang dipilih Jokowi-Jk.
Menurut Taufan selain cepat, Jokowi juga harus tepat dalam menentukan Kabinet. Kabinet Jokowi-JK harus memiliki semangat sama seperti Jokowi-Jk. Yaitu semangat Trisakti. Nama-nama yang dipilih Jokowi, selain ‘bersih’, harus menjiwai visi Trisakti.  
Semua kementrian harus diisi oleh menteri yang pro-rakyat. Terutama Menteri Perekonomian. Menurut taufan, menteri perekonomian harus diisi oleh menteri yang memiliki visi ekonomi berdikari, membawa Indonesia yang mandiri. Bukan diisi oleh menteri yang berhaulan Neolib.  berpotensi menggadaikan bangsa Indonesia.
“Menteri Perekonomian harus diisi oleh menteri yang memiliki visi ekonomi berdikari. Kami menolak Jika diisi oleh menteri yang berhaluan neolib”. Tegas taufan. Kepada ipublika, (24/10).
“Memang menentukan nama Menteri adalah hak prerogratif presiden. Namun Rakyat berhak menolak jika menteri yang dipilih adalah menteri titipan para korporat bukan menteri titipan rakyat”. Lanjut Taufan.
Sama dengan kementerian Perekonomian, Taufan menegaskan bahwa Kenterian ESDM juga harus diduduki oleh menteri yang memiliki visi membangun kapasitas dan kualitas energi bangsa. Mendorong energy baru dan terbarukan, meningkatkan produksi Energi bangsa. Dan jika perlu, mengambil alih sumber-sumber produksi migas yang hampir 90 persen dikuasai oleh korporasi asing. bukan sebaliknya, membuat ‘jalan tol’ bagi mulusnya ‘korporasi asing’ menjarah kekayaan migas bangsa.

Sumber Foto : www.ayovote.com