Ton : KPK Jangan Main di Politik ! - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Ton : KPK Jangan Main di Politik !

Wednesday, October 15, 2014
JAKARTA- Ton Abdillah Has, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Majelis Dakwah Islamiyah (AMMDI) Partai Golkar menyayangkan statement pimpinan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) yang dinilai campur tangan terkait persoalan politik. 

Moment pertama adalah ketika Ketua KPK Abraham Samad mengomentari terpilihnya Ketua DPR Setya Novanto. Sikap Samad yang mengaku kecewa, karena Novanto dinilainya punya potensi terlibat kasus hukum, adalah sikap yang tidak patut bagi seorang pimpinan penegak hukum.

Kedua, soal statement Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja terkait Jokowi clear atas tuduhan korupsi. Diantaranya masalah rekening Jokowi di luar negeri dan dugaan korupsi dana pendidikan di Solo.

"Harusnya KPK diam saja, dan bekerja dengan sistem hukum tanpa terlalu banyak berbicara," tegas Ton di Jakarta, Rabu (15/4/2014)

"Kedua pernyataan itu mengisyaratkan positioning KPK dalam dinamika politik nasional. Semestinya KPK tidak perlu menjadi juru bicara kekuasaan," sesalnya.

Sebab, menurut ketua yang baru diangkat menggantikan Ali Mukhar Ngabalin di Majelis Dakwah Islam yang habis masa jabatan tahun 2014 berpendapat, opini KPK di ranah politik bisa berdampak negatif. Yaitu jatuhnya legitimasi KPK di mata publik.

Ton, yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebelumnya cukup aktif membela KPK. Khususnya ketika kasus cicak vs buaya. Saat Polri berkeinginan melakukan penangkapan penyidik KPK Novel Baswedan. 

Kasus itu menyulut reaksi publik yang luar biasa dalam membela KPK. Hingga akhirnya, pimpinan KPK yang sempat ditahan akhirnya dibebaskan, termasuk Novel dibebaskan.

"Dukungan publik yang besar tersebut tentu harus dirawat dengan kinerja dan perilaku pimpinannya di hadapan publik," tutupnya.

Foto: inilah.com