Analisis: Newcastle bisa Jadi ‘Kuda Hitam’? - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Analisis: Newcastle bisa Jadi ‘Kuda Hitam’?

Sunday, November 2, 2014
Konsistensi yang dicapai Newcastle United di empat laga terakhir, membuat nama Alan Pardew meroket dan dielu-elukan para supporter. Khususnya pascasukses membekuk tiga klub besar sekaligus secara beruntun. Akankah ini alarm pertanda klub papan tengah itu bisa berubah jadi ‘kuda hitam’?
Alan Pardew, pelatih Newcastle United. (bbc.co.uk)
‘Pardew-back from the dead’ (Pardew kembali dari kematian). Itu lah sepenggal kalimat tulis tangan yang dibentangkan para fans Pardew di stadion James' Park, usai menaklukkan salah satu kandidat juara EPL, Liverpool 1-0 dini hari WIB kemarin. Sementara sebagian besar fans lainnya kompak mengangkat sepotong kertas  putih bertuliskan sack-pardew.com, sebuah portal khusus yang didedikasikan buat sang pelatih.

Sebelumnya, dua kandidat kuat lain secara beruntun juga sukses dilibas dengan meyakinkan. Diantaranya; Manchester City 0-2 saat jumpa di Piala Liga dan Tottenham Hotspur 1-2 ketika match-day ke sembilan Liga Premier. Menariknya, dua klub yang disebut terakhir mampu dikalahkan ketika Newcastle berstatus tamu.

Mengacangi juara bertahan di Etihad Stadium tentu tidak mudah bagi klub sekaliber Newcastle. Namun jika sukses, itu moral besar untuk melenggang penuh kepercayaan diri di laga berikutnya. Satu bukti yang telah nyata, sang runner-up musim lalu juga tunduk, saat dijamu di kandangnya.

“Dia (Pardew) adalah salah satu yang terbaik. Dia inovatif di ruang ganti dan telah memperoleh para pemain Newcastle yang bisa bermain untuk dia dan bekerjasama satu sama lain,” puji Danny Mills, legenda Manchester City dan bek Timnas Inggris kepada BBC.

Melihat kecenderungan positif ini, bukan tidak mungkin Newcastle bisa jadi ‘kuda hitam’ di ranah strata utama kompetisi domestik Inggris. Meskipun minim pemain bertabur bintang.

Klub yang kurang difavoritkan ini berubah trengginas, usai menaklukkan Leicester City, jawara kompetisi kelas kedua (Championship) yang pada musim ini dipromosikan di EPL. Kemenangan yang diawali pada tanggal 18 Oktober itu, adalah yang perdana diraih pada musim ini, setelah tujuh laga sebelumnya didominasi kekalahan dan imbang. Namun, siapa sangka, catatan sukses atas Leicester jadi batu loncatan menaklukkan klub papan atas hingga jawara bertahan.

Tren positif dari catatan menang empat kali beruntun bahkan lebih bagus dari torehan The Citizens, jawara musim lalu yang kini bertengger di peringkat tiga. Klub besutan Manuel Pellegrini ini berada di trek negatif, dengan tiga laga terakhir secara beruntun tanpa kemenangan.

“Tim ini bisa sebagus tim-tim hebat lain. Kemenangan itu menunjukkan bahwa kami mampu tampil disiplin dan memiliki kecepatan. Inilah dua hal yang membuat kami mendapat hasil bagus,” ujar Pardew, pelatih Newcastle.

“Empat bek kami tampil sangat kokoh. Satu-satunya masalah adalah kami kehilangan [Gabriel] Obertan akibat cedera parah. Tetapi, saya sangat bangga dengan performa seluruh pemain. Kami memiliki semangat tinggi dan itu sungguh bagus,” tambahnya. 

Tulisan ini ditulis oleh seorang netizen yang bergentangan dengan nama akun: @adealkausar