Local Wisdom - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Local Wisdom

Wednesday, November 12, 2014
Penulis: Bahtiar Ali Rambangeng

Anakku, engkau harus tau hidup di dunia ini memang banyak rintangan dan cobaan namun diantaranya ada banyak orang baik, kamu harus tau anakkku, dekatlah pada orang baik itu dan jika engkau menerima kebaikannya bukan karena belas kasihan karena kita hidup bukan untuk dikasihani.

Engkau hidup dengan tanganmu sendiri meski harus menjalani hidup berat namun tidak usah kau ragukan kehidupanmu sepanjang nyawamu masih ada artinya riski tuhammu masih ada buatmu. Jangan menjadi manusia tak berguna namun juga jangan menjadi manusia tanpa kehormatan.

Anakku jika setitik kebaikan diberikan kepadamu dari seseorang yang baik maka engkau harus tau kita adalah keluarga Bugis-Makassar, jika dibaiki setitik akan lebih baik berkali lipat artinya engkau harus pandai berterima kasih namun bukan dengan bahasa apalagi umpatan murahan. Tunggulah saat yang tepat berterima kasih, karena kebiasaan kita berterima kasih dengan tindakan meski dalam bentuk sederhana, namun jika itu kau tidak mampu maka doakanlah dia agar kebaikannya bernilai ibadah dan kemuliaan baginya sendiri. 

Ingatklah cucuku, kehidupan yang indah itu karena engkau tau berterima kasih atas jasa-jasa orang lain. Jika engkau sudah berusaha dan melakukannya selebihnya pasrahkan kepada Allah tidak usah banyak bacok ada saatnya semua itu akan engkau mengerti apa maksudku karena tidak semua ilmu yang ku sampaikan kepadamu harus engkau mengertinya yang jelas engkau harus belajar taat meski tanpa mengetahui karena ilmu kadang lahir dari perasaan tidak mengetahui. Lihatlah para kiai anakku, muridnya taat kepadanya dan dantara muridnya yang paling ikhlas ketaatannya justru dialah murid paling bersinar namun tidak semua orang engkau harus taat karena ketaatan memang dilakukan sepenuhnya namun bukan tanpa dasar.

Anakku engkau harus tau, keluarga kita lebih banyak yang berdiam, jarang bicara dari pada berbicara, itu sejak dulu dari buyutmu. Buyutmu dulu menghabiskan waktu di hutan bekerja dan mengarang kitab ilmu buat anak cucunya, semua silsilah, akar sejarah, kelahiran, sampai ilmu perbintangan dan proses kejadian semesta, manusia dan hukum adat dalam masyarakat itulah yang membuat buyutmu banyak berdiam diri karena memperbanyak berkarya dari pada bicara dan itu kami turuti secara otomatis seperti satu geng penciptaan tidak ada satupun yang melempeng mungkin jika ada yang sampai melempeng itulah dirimu karena sudah hidup di era yang medern bahkan teramat modern karena harus berdiri dipusat kota. 

Cucuku, buyutmu dulu dan generasi selanjutnya tidak pernah diperintah oleh kekuasaan yang menindas, tidak pernah ikut dengan kekuasaan yang memaksa kecuali yang masuk akalnya, jika ada yang ikut hanya sekedar meramaikan namun batinnya selalu merdeka karena ilmu dan kesadarannya di atas kekuasaan itu karena itu jaga ilmu dan kesadaranmu yang hakiki, merdeka dan manusiawi karena itu adalah warisan tertinggi keluarga kita setelah kesadaran bertauhid.

Cucuku jika engkau ingin mengenali hakikat sahabatmu, temanmu atau orang-orang dekatmu maka berilah dia kekuasaan, saat berkuasa engkau harus tau dia akan berbuat dzalim atau sewenang-wenang atas kekuasaannya kepadamu mungkin pada sesamamu. Tabiat manusia akan nampak aslinya saat berkuasa anakku, jadi jangan heran jika seseorang yang santun sebelum berkuasa tapi saat berkuasa menjadi bringas bahkan menindas karena dia hanya butuh ruang menampakkan sifat aslinya saat dia memperolehnya maka dia akan menampakkan sifat aslinya.

Anakku jika engkau mengalami masalah, baik kejatuhan, kemiskinan atau sejenis penyakit dengannya maka itu lebih bagimu dari pada hidup tanpa kehormatan, hidup menjadi manusia yang tidak merdeka, hidup menjadi manusia tertindas atau diberi kemewahan namun terhina, engkau harus tahu itu sifat yang paling dikutuk dikeluarga kita kecuali engkau melakukannya karena taktik perjuangan besar. Tapi, ingat jangan sekali-sekali melakukan hal demikian kecuali dalam keadaan terpaksa atau lebih baik menghindar menjadi manusia terjajah di atas kemewahan.

Belajar dari kehidupanmu anakku karena disana banyak pelajaran dari pada engkau melihat dunia diluarmu yang membingungkanmu, di dalam dirimu, perjalananmu ada banyak kemukjizatan yang tuhan berikan jadi jangan sia-siakan untuk tidak mempelajarinya. Belajarlah terus gali isi dirimu karena tuhan tidak pernah berpisah dengan hambanya siapa tau engkau memperoleh banyak karunia dengan mula belajar dari dirimu sendri.
Anakku, mungkin engkau akan menjadi asing dengan dunia baru yang engkau masuki namun belajar disana, tetapi tetap pegang adat leluhumu karena seseorang yang masuk kedunia baru lalu meninggalkan adatnya maka dia telah kehilangan identitas aslinya, saat demikian dia sudah mengubur kehidupannya sebelum melangkah jauh dan jangan engkau lakukan itu karena itu contoh kesalahan terberat manusia yang ada.

Anakku sekarang itu banyak isu profesionalitas, meritokrasi yang digaungkan orang-orang yang pernah belajar di barat sana. Mungkin sekedar menebak apa saya salah atau benar yang jelas menebak sesuatu yang mesterius itu hal yang wajar, kau harus tetap hati-hati jangan sampai isu profesioanlitas, meritokrasi adalah bentuk lan dari era penjajahan jenis baru agar orang-orang di negerimu dilibas dengan tenaga produk dari daerah lain dengan alasan ilmiah. 

Ingatlah kelicikan sekarang lebih cantik bahkan lebih rasional dari pada dulu karena ilmu pengetahuan manusia menajdi semakin santun namun menindis, kesantunan itu bisa kau lihat dalam bentuk pendekatan ilmiah untuk membenarkan sebuah tindakan karena itulah bertanyalah jika ada makhluk aneh disekitarmu meski banyak yang berkerumun namun belum tentu baik buatmu.