Muhammadiyah Curigai Upaya Sistematis - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Muhammadiyah Curigai Upaya Sistematis

Friday, November 7, 2014
Teror berupa penembakan ke kediaman Ketua Umum PP Muhammadiyah Periode 1995 – 1998  Amien Rais disebut sebagai bentuk serangan yang terpola. 
“Patut dicurigai ada upaya sistematis  menyerang beliau. Itu tindakan keji dan tak bermoral,”. kecam  Wasekjend DPP IMM, Irawan Puspito. Di Jogjakarta, (6/11).
Sebagai bagian dari warga Muhammadiyah, Irawan mengutuk tindakan tersebut. Di mata dia, Amien Rais adalah tokoh Muhammadiyah yang mempunyai kontribusi besar kepada negara.   Karena itu,  pihaknya  meminta  Polri khususnya Polda DIY mengusut tuntas  kasus tersebut.
“Tangkap segera pelakunya”, tegas Irawan.
Menurut dia, dalam beberapa minggu terakhir ini, Amien Rais diserang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Penembakan itu terjadi setelah ada aksi berupa tindakan pencemaran nama baik dan fitnah oleh sekelompok orang dari Pametri.  Bentuknya, orang-orang Pametri mengadakan ruwatan didepan rumah Amien Rais yang berada di Pandeansari, Condongcatur, Depok, Sleman.
“Kasus tersebut juga tengah ditangani Polda DIY. Belum tuntas kasus itu, sekarang muncul teror lainnya berupa penembakan,” imbuhnya
Irawan mengimbau bagi mereka yang punya sikap dan pandangan yang berbeda dengan Amien Rais agar tidak menggunakan cara-cara yang tidak terpuji. Ia mengajak semua pihak agar membangun dan mentradisikan dialog secara sehat.
Irawan menilai teror ke rumah tokoh reformasi itu merupakan tindakan di luar batas dan tidak beradab.  Bila polisi  tidak secepatnya mengungkap perkara itu dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Kami  mengutuk keras tindakan tersebut”, tegasnya.
Menurut dia,  teror itu  sama dengan pengecut yang anti-demokrasi. Jika memang ada pihak-pihak yang merasa tidak sejalan dengan pilihan politik Amien Rais, seharusnya tidak melampiaskan dengan bentuk teror tersebut. Namun demikian, Irawan mengimbau agar warga Muhammadiyah dan masyarakat tidak terprovokasi dengan aksi tak bermoral tersebut
“Kami percayakan polisi mengusutnya,” pinta Irawan.

Sumber Foto : www.sangpencerah.com