Jaksa Agung: Omong Kosong Semua itu, Pak Surya Tidak Pernah... - Kolumnis

Mobile Menu

Powered by Blogger.

MARITIM

More News

logoblog

Jaksa Agung: Omong Kosong Semua itu, Pak Surya Tidak Pernah...

Wednesday, March 23, 2016
Jaksa Agung M Prasetyo
Lantaran pernah bergabung dengan Partai Nasdem, Jaksa Agung Prasetyo selalu dicurigai oleh sejumlah kalangan bekerja untuk kepentingan partainya.

Kecurigaan itu semakin digembar-gemborkan ke publik setelah istri muda Gatot Pujo Nugroho Gubernur Sumatera Utara Evi Susanti mengungkapkan adanya pertemuan antara suaminya, OC Kaligis, dan Wakil Gubernur Tengku Erry Nuradi dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Pertemuan itu disebut-sebut menjadi cikal-bakal untuk mengamankan kasus Bansos Sumut yang digarap Kejaksaan Agung.

Benarkah setelah pertemuan itu ada arahan dari Surya Paloh untuk mengamankan kasus tersebut?

"Omong kosong semua itu dek. Pak Surya Paloh tidak pernah ada sepatah kata pun bicara kasus kepada saya. Apalagi ngarah-ngarah kan. Itu ndak ada," ungkap Jaksa Agung Prasetyo kepada Rakyat Merdeka kemarin.

Petinggi korps Adhyaksa yang juga pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tidak Pidana Umum (Jampidum) ini memastikan bahwa dirinya dan lembaganya tidak akan berkompromi dengan kepentingan politik termasuk dengan partai Nasdem dalam hal penegakan hukum.

Berikut wawancara selengkapnya;
Bisa anda buktikan?
Sudah saya buktikan itu. Bagaimana orang-orang Nasdem, bahkan Bupati yang masih aktif, ketua DPD Nasdem di Sumatera Barat saya tangkap itu, saya masukkan ke penjara. Jadi mestinya itu bisa dilihat ya bagaimana sikap kita sebagai penegak hukum. Nggak ada urusan dengan politik-politikan lagi sekarang.

Kalau benar anda tidak diarahkan, jadi sepengetahuan anda buat apa sebenarnya pertemuan itu?
Yang saya dengar, dulu pertemuan itu tidak sama sekali bicara tentang kasus. Hanya mereka berdua minta dijembatani supaya hubungan mereka yang sebelumnya dan selama ini ada keretakan untuk bagaimana bisa cair.

Tapi kabarnya, menurut bekas pengacara Gatot, pertemuan itu bukan sekadar untuk mendamaikan Gatot dengan Erry?
Jadi isu itu isu yang memutarbalikkan ini. Dan sengaja men-setting untuk menyalahkan pak Surya. Mungkin seperti itu. Jadi nggak benar itu. Nggak ada Surya Paloh mengarah-ngarah kan itu nggak ada. Justru sebenarnya yang harus dicari, ada apa dibalik isu itu.

Apa ada pengaruhnya isu itu terhadap proses hukum di Kejaksaan Agung?
Nggak ada pengaruhnya. Bahwa pun yang terjadi yang sekarang ini, apapun yang dilakukan oleh pengacara Gatot itu nggak pernah saya tahu, dan saya nggak pernah tanya apa yang mereka lakukan.

Jadi kenapa penetapan tersangka Gatot lambat?

Nggak ada istilah lambat, kita kerja terus. Kita kan menangani kasus tidak sama dengan membalikkan telapak tangan. Pasti tahu persislah bagaimana perkembangan terakhir, penegakan hukum sekarang ini, semua bukti-bukti pun kita kumpulkan masih bisa dipatahkan di Praperadilan. Jadi saya nggak mau seperti itu. Nggak ada istilah lambat, kita ingin hasilnya maksimal. Kan praperadilan lagi ngetren banget tu...he-he-he. Semua yang jadi tersangka langsung ajukan praperadilan. Makanya kita mungkin Jaksa harus memperpanjang waktu untuk betul-betul kita berhasil mengumpulkan alat bukti cukup.

Selain Kejaksaan Agung, KPK juga ikut menangani kasus ini. Ini bagaimana nanti?
Tapi ada dua kasus yang berbeda. Operasi Tangkap Tangan ditangani oleh KPK, berkaitan dengan praktik penyuapan di PTUN, saat Jaksa dikalahkan. Dan sebelumnya memang sudah ada kasus Bansos yang sudah kita tangani. Dan kita sudah membuat komitmen untuk masing-masing menangani sesuai dengan yang sudah berjalan, gitu.

Atau mungkin kasus ini juga merupakan skenario Nasdem untuk menggeser Gatot dari posisi Gubernur?

Nggak ada skenario itu. Tidak pernah merasa diskenariokan. Dan penegakan hukum itu tidak boleh dikaitkan dengan masalah seperti itu. Saya sangat paham itu. Saya pikir semua pihak harus berpikir jernih, positif lah ya. Kalau tidak, itu justru nanti akan melemahkan proses penegakan hukum.

Kecurigaan itu muncul karena anda pernah berpartai?
Jangan juga itu dijadikan untuk opini atau men-justifikasi yang semuanya tidak benar. Nggak ada skenarioan-skenarioan. Kebetulan di situ ada unsur Nasdem ya silahkan saja. Anda kan tahu sendiri bagaimana orang Nasdem itu yang saya tangkap. Itu terkait dengan Bansos, karena Wagubnya itu Nasdem? Nggak ada urusan dengan politik-politikan di sini.

Tapi selama menjadi Jaksa Agung, apa anda masih berkomunikasi intensif dengan elit Nasdem?

Saya komunikasi dengan siapapun, tidak hanya dengan ini (Nasdem). Siapapun yang ada berurusan dengan kita akan kita layani dengan baik. Kita tidak memikirkan latar belakangnya apa. Kita harus mengedepankan objektifitas, profesionalitas dan proporsionalitas. Saya sekarang kan Jaksa Agung dan harus berada di semua pihak.


Foto: rmol.co